Empat WNI Korban Pembajakan Perompak Somalia Kembali ke Tanah Air | IVoox Indonesia

Empat WNI Korban Pembajakan Perompak Somalia Kembali ke Tanah Air

Empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) korban perompak somalia
Empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok pembajak di Somalia tiba ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa malam. (ANTARA/Azmi Samsul M)

IVOOX.id – Sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok pembajak di Somalia kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa, 6 Oktober 2026, malam.

Kepulangan ke empat awak kapal asal Indonesia ini, diketahui masing-masing adalah Ashari Samadikun kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulsel. Kemudian, Adi Faizal 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah dan Fiki Mutakin asal Bogor, Jawa Barat.

Keempatnya menjalani perjalanan panjang setelah berhasil ke luar dari penahanan para perompak Somalia usai melewati proses negosiasi melalui KBRI Nairobi di Kenya serta KBRI Islamabad dan KJRI Karachi di Pakistan.

Mengutip Antara, di Terminal VVIP Bandara Soetta sebagai lokasi kedatangan para korban penyanderaan, terpantau Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menyambut langsung para korban setelah tiba sekitar pukul 18.41 WIB.

Pada momen tersebut, sejumlah keluarga dan kerabat korban pun turut ikut menyambut dengan suasana haru. Bahkan, salah satu dari orang tua WNI ABK itu tidak kuasa menahan kesedihannya hingga tak sadarkan diri setelah melihat langsung anaknya terbebas dari insiden penyanderaan tersebut.

Kapten Kapal Tanker MT Honour, Ashari Samadikun (34 tahun) menyampaikan permohonan maaf terhadap keluarga ke lima orang anak buah kapal (ABK) yang gugur dalam insiden penyanderaan oleh perompak di Somalia sejak April 2026.

Dalam pernyataan itu, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulsel tersebut pun tak kuasa menahan kesedihan dan rasa kecewa yang dirasakan olehnya karena tidak mampu membawa seluruh awaknya pulang dengan selamat.

"Dan saya selaku kapten, memohon maaf sebesar-besarnya kepada kelima keluarga kru saya yang telah meninggal. Saya tidak bisa menepati janji saya membawa semua kru saya dengan keadaan selamat. Saya memohon maaf sebesar-besarnya," ucap Ashari setelah kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026), dikutip dari Antara.

Ia mengaku terpukul karena merasa gagal memenuhi janji terbesarnya dalam memastikan keamanan dan keselamatan seluruh kru dalam kondisi apapun agar bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.

Pada kesempatan itu, Ashari juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang bergerak cepat merespons situasi darurat sejak hari pertama penyanderaan.

​Ia mengenang momen krusial pada hari pertama penyanderaan ketika dirinya diberikan kesempatan untuk melakukan kontak luar kapal, dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi sebagai pihak pertama yang dihubunginya.

"Saya berterima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, terkhususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan. Pada hari pertama saya mendapatkan kesempatan untuk menghubungi di luar kapal, yaitu yang pertama saya hubungi adalah Kedutaan Besar Nairobi," ujar Ashari.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK Sugiono menyampaikan pemulangan WNI menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal dengan memberikan perhatian penuh pada aspek kesehatan pasca-penyanderaan.

​"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," kata Sugiono, dikutip dari Antara.

​ Menko PMK Sugiono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang berjibaku selama proses penyelamatan.

Selain itu, apresiasi khusus ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaunde, serta seluruh unsur yang terlibat.

​"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," kata dia.

Menko PMK Sugiono menyampaikan pemulangan WNI menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal dengan memberikan perhatian penuh pada aspek kesehatan pasca-penyanderaan.

"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," katanya.

Atas keberhasilan pembebasan tersebut, Menko PMK Sugiono menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang berjibaku selama proses penyelamatan.

"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," kata dia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa Indonesia menjaga koordinasi intensif dengan berbagai negara dalam upaya membebaskan anak buah kapal (ABK) MT Honour 25 yang disandera perompak di perairan Somalia.

“Koordinasi tidak saja dilakukan dengan pemerintah Somalia dan pemilik kapal, tetapi juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya menjadi kru kapal tersebut,” kata Menlu RI usai serah terima ABK WNI kepada keluarganya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, Selasa (6/10/2026), dikutip dari Antara.

Dengan demikian, di samping dengan pemerintah Somalia, Indonesia menjaga komunikasi dengan India, Pakistan, dan Myanmar, yang warga negaranya juga menjadi ABK di kapal yang dibajak. Diketahui kapal tersebut juga diawaki 10 ABK asal Pakistan, serta masing-masing satu awak dari India dan Myanmar, selain empat ABK WNI.

Menurut dia, kepulangan para WNI ABK MT Honour 25 ke tanah air merupakan akhir dari berbagai upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia untuk menyelamatkan mereka dari cengkeraman bajak laut Somalia.

Duta Besar Indonesia untuk Kenya merangkap Somalia Witjaksono Adji mengungkapkan bahwa pembebasan para WNI ABK MT Honour 25 dilakukan melalui operasi bersenjata pada akhir September lalu.

Menurut Dubes, informasi dari jejaring setempat awalnya menyebut personel militer negara bagian Puntland di Somalia melakukan operasi pembebasan sandera di kapal lain yang juga dibajak perompak, dan tidak ada tanda-tanda operasi serupa dilakukan untuk MT Honour 25.

“Tetapi, informasi yang kemudian kami terima justru menyebut operasi penyerangan sudah dilakukan untuk membebaskan para ABK di MT Honour 25,” kata Dubes Witjaksono saat ditemui usai serah terima para ABK WNI kepada keluarganya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa (6/10/2026), dikutip dari Antara.

Witjaksono mengkonfirmasi operasi penyelamatan tersebut berlangsung pada 29 September. Para WNI kemudian menjalani pemulihan di Puntland sebelum pemulangan ke tanah air.

Ia mengakui informasi soal operasi penyelamatan tersebut pada awalnya sangat simpang siur, bahkan tersiar kabar yang menyebut ada WNI yang menjadi korban dalam operasi tersebut.

Akan tetapi, informasi valid akhirnya disampaikan langsung kepadanya oleh sang kapten kapal, Ashari Samadikun (34), yang memastikan semua ABK WNI di MT Honour 25 selamat.

“Kami mendapat informasi dari Kapten Ashari mengenai (ABK) yang selamat. Menurut konfirmasi dari beliau, semua ABK WNI dalam kondisi hidup, tetapi ada satu yang terluka,” ujarnya.

Dubes Witjaksono menyebut WNI yang cedera tersebut terkena tembakan di kaki saat operasi penyelamatan berlangsung.

ABK WNI yang dimaksud Dubes adalah Fiki Mutakin (25) yang mengalami luka tembak di kaki kanan. Saat ketibaannya di Jakarta, kaki Fiki masih dalam proses pemulihan sehingga dirinya harus menggunakan alat bantu kursi roda.

Ia menegaskan bahwa dalam upaya membebaskan ABK WNI yang disandera, pihaknya terus mengambil langkah diplomasi dan tidak menjadikan operasi bersenjata sebagai opsi utama untuk menyelamatkan mereka.

Di samping pemerintah negara bagian Puntland yang bertanggung jawab atas wilayah laut tempat pembajakan kapal terjadi, mitra lain yang diajak berdialog oleh pihaknya adalah pemerintah pusat Somalia serta jejaring komunitas dan LSM setempat, kata Dubes.

Witjaksono pun menyampaikan rasa syukurnya bahwa keempat WNI ABK MT Honour 25 berhasil selamat dari tahanan para pembajak selama hampir enam bulan dan kini dapat bersatu kembali dengan keluarga mereka di tanah air.

Sebelumnya, Pada 30 April lalu, Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan empat WNI yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia dalam kondisi baik dan penanganan kasus masih berlangsung.

Awak kapal yang dibajak tersebut terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kemlu juga telah mengambil langkah-langkah demi memastikan kebutuhan logistik para WNI yang disandera itu terpenuhi, serta gaji mereka tetap dibayarkan oleh pemberi kerja.

Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Somalia terkait pembajakan kapal yang berlangsung pada 22 April di perairan sekitar Hafun, bagian timur laut Somalia.

0 comments

    Leave a Reply