Elevasi Air Bendungan Turun, Jam Operasional PLTA Wonorejo Dipangkas | IVoox Indonesia

July 4, 2026

Elevasi Air Bendungan Turun, Jam Operasional PLTA Wonorejo Dipangkas

Waduk Wonorejo, Tulungagung
Warga menikmati pemandangan di sekitar Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (29/6/2026). Memasuki musim kemarau, elevasi muka air Bendungan Wonorejo mulai turun menjadi 169,74 meter, namun Perum Jasa Tirta I memastikan ketersediaan air baku dan irigasi bagi lebih dari 7 ribu hektare lahan pertanian di Tulungagung dan sekitarnya tetap aman hingga akhir 2026 melalui pengaturan alokasi air waduk. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

IVOOX.id – Perum Jasa Tirta (PJT) I memangkas waktu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonorejo menjadi hanya lima jam per hari seiring menurunnya elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo selama musim kemarau.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sungai Brantas 2 Perum Jasa Tirta I Nina Meitasari mengatakan, elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo saat ini berada di level 169,74 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau turun sekitar 10 meter dibandingkan sebelum musim kemarau yang mencapai 179 mdpl.

"Prioritas kami tetap memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat. Karena itu operasional PLTA kami sesuaikan menjadi lima jam setiap hari," kata Nina, Kamis (2/7/2026), dikutip dari Antara.

Kebijakan tersebut dilakukan agar pasokan air baku dan irigasi bagi masyarakat tetap terjaga.

Menurut dia, pembatasan operasional dilakukan karena debit air menuju turbin berkurang seiring turunnya elevasi waduk.

Jika sebelumnya PLTA dapat beroperasi antara delapan hingga 24 jam per hari, kini pembangkit hanya dioperasikan pada pukul 19.00 WIB hingga 24.00 WIB atau saat beban listrik mencapai puncak.

Selama lima jam beroperasi, PLTA Wonorejo masih mampu menghasilkan daya sekitar 5,7 megawatt (MW) dari kapasitas terpasang 6,3 MW. Kondisi tersebut dinilai masih sesuai dengan rencana alokasi air tahunan yang telah disusun untuk menghadapi musim kemarau.

Meski demikian, Nina memastikan penurunan elevasi waduk belum berdampak terhadap pasokan air baku maupun layanan irigasi di Tulungagung dan sekitarnya.

PJT I memperkirakan elevasi air masih dapat turun hingga sekitar 141 mdpl apabila tidak terjadi tambahan debit air (inflow) selama musim kemarau.

"Apabila hujan mulai turun dan inflow kembali normal, kami akan melakukan pengisian waduk sesuai pola operasi yang telah ditetapkan," ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply