Dulu Cepat, Sekarang Lama: Kenapa Pesan Ojek Online Makin Sulit? | IVoox Indonesia

13 Maret 2026

Dulu Cepat, Sekarang Lama: Kenapa Pesan Ojek Online Makin Sulit?

Dulu Cepat, Sekarang Lama: Kenapa Pesan Ojek Online Makin Sulit?
ILUSTRASI: IVOOXID/AI

IVOOX.id, Jakarta - Dulu, memesan ojek online hanya butuh beberapa detik. Tinggal buka aplikasi, klik tujuan, dan dalam hitungan menit driver sudah muncul di peta. Tapi belakangan ini, banyak pengguna mulai merasakan pengalaman berbeda, driver tidak kunjung dapat, pesanan tidak kunjung diambil.

Fenomena ini mulai ramai dibicarakan di media sosial. Banyak pengguna mengeluh harus menunggu lama untuk mendapatkan driver, terutama di jam sibuk atau saat hujan. Tidak sedikit juga yang mengaku harus mencoba memesan beberapa kali sebelum akhirnya ada pengemudi yang menerima order.

Pesanan online yang menggunakan driver online pun sangat lama diproses, yang biasanya hanya dalam beberapa jam saja, ini bisa berhari-hari.

Antara Permintaan Tinggi dan Driver yang Berkurang

Salah satu penyebab utama adalah ketidakseimbangan antara jumlah penumpang dan jumlah driver yang aktif di aplikasi. Ketika permintaan melonjak misalnya saat jam pulang kantor, akhir pekan, atau bulan Ramadan, jumlah driver yang tersedia tidak selalu cukup untuk melayani semua order.

Di sisi lain, sebagian driver memilih tidak aktif di aplikasi karena berbagai alasan, mulai dari pendapatan yang dianggap tidak sebanding dengan biaya operasional hingga kebijakan potongan dari aplikator, bahkan titik jemput yang terkadang sangat jauh menjadi alasan untuk driver tidak mengambil pesanan. 

Masalah Tarif yang Jadi Perdebatan

Isu tarif juga menjadi topik panas di kalangan pengemudi. Banyak driver merasa tarif perjalanan yang diterima terlalu kecil dibandingkan biaya bensin, perawatan motor, hingga potongan dari aplikasi. Karena itu, mereka kerap menuntut adanya penyesuaian tarif dan pengurangan potongan dari perusahaan aplikasi. 

Penelitian terbaru bahkan menunjukkan sekitar 57,5% driver ojek online merasa dirugikan dengan sistem kemitraan yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi. Mereka menilai aturan kerja dan sistem pembagian pendapatan sering kali tidak berpihak pada pengemudi. 

Kondisi ini membuat sebagian driver memilih bekerja lebih lama untuk mengejar target, sementara yang lain justru mengurangi jam online karena merasa penghasilannya tidak cukup menguntungkan.

Industri Ojek Online Sedang Berubah

Industri ride hailing di Indonesia memang sedang berada dalam fase perubahan. Pemerintah bahkan tengah mempertimbangkan regulasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan driver, termasuk kemungkinan menurunkan batas potongan aplikasi dari sekitar 20% menjadi 10% serta memperkuat perlindungan sosial bagi pengemudi. 

Namun, perubahan aturan ini juga bisa berdampak pada model bisnis perusahaan dan jumlah driver yang aktif di platform.

Realita di Lapangan: Menunggu Lebih Lama

Bagi pengguna, dampaknya terasa langsung. Waktu tunggu jadi lebih lama, pilihan driver lebih sedikit, dan tarif kadang naik karena sistem penyesuaian harga saat permintaan tinggi.

Meski begitu, ojek online masih menjadi salah satu transportasi paling praktis di kota-kota besar. Layanan ini tetap membantu mobilitas jutaan orang setiap hari, mulai dari berangkat kerja, pesan makanan, sampai kirim barang.

Hanya saja, seperti banyak layanan digital lainnya, ekosistemnya terus berubah. Ketika keseimbangan antara perusahaan aplikasi, driver, dan pengguna belum benar-benar stabil, pengalaman memesan ojek online pun kadang ikut naik turun.

Dan mungkin itulah realita baru transportasi digital. Satu klik memang mudah, tapi di balik layar ada banyak faktor yang menentukan apakah driver akan datang atau kita harus menunggu sedikit lebih lama.

Penulis: Maulana Haitami

0 comments

    Leave a Reply