Jurnalis dan Relawan Indonesia Peserta Sumud Flotilla Gaza Diculik Israel | IVoox Indonesia

May 19, 2026

Jurnalis dan Relawan Indonesia Peserta Sumud Flotilla Gaza Diculik Israel

Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission
Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Armada yang terdiri dari 65 kapal tersebut berlayar ke Laut Mediterania secara berurutan pada sore hari sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan, dengan banyak bendera Palestina terlihat berkibar di tiang-tiang kapal. (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri.) (ANTARA/Barış Seçkin - Anadolu Agency/pri.)

IVOOX.id – Sekelompok warga negara Indonesia (WNI), termasuk sekurangnya dua wartawan Republika yang tergabung dalam flotilla bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dilaporkan diculik pasukan Zionis Israel di tengah pelayaran mereka.

Disampaikan Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, kelompok WNI yang terkena intersepsi Israel tersebut terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua jurnalisnya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” kata Andi, dikutip dari pernyataan resmi, Senin (18/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia menuturkan para relawan Indonesia tersebut berlayar dengan semangat solidaritas serta membawa bantuan logistik, sementara para wartawan yang ikut serta tengah melakukan tugas jurnalistik dan kemanusiaan.

Tindakan Zionis Israel terhadap para relawan dan wartawan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza, kata Andi.

"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tuturnya.

Adapun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah dimintai keterangan terkait peristiwa penculikan para relawan dan jurnalis Indonesia oleh Zionis Israel tersebut.

Sementara itu, Republika juga menyiarkan sebuah video yang memperlihatkan salah satu wartawannya, Bambang Noroyono, yang telah diculik Israel.

Dalam video yang diunggah di Instagram tersebut, terlihat Bambang, dengan berjaket hitam, menyampaikan pernyataannya dengan mengacungkan paspor Indonesia di tangannya.

“Jika anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” kata Bambang dalam video tersebut, dikutip dari Antara.

“Saya meminta agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel,” ujarnya.

Menurut Republika, pasukan Zionis Israel dilaporkan melakukan intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin, 18 Mei 2026, pagi waktu Turki, di perairan Siprus sekitar 200 mil laut dari Gaza. Bambang bersama sejawat wartawan dan relawan lain diketahui menaiki kapal “Boralize” saat dicegat Israel.

Terpisah, Indonesia mengecam keras aksi pasukan Zionis Israel yang kembali mencegat konvoi flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan Siprus serta penculikan terhadap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menyertainya.

“Kemlu RI mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resminya, Senin (18/5/2026), dikutip dari Antara.

Yvonne mengatakan, Kemlu terus memastikan keselamatan WNI peserta Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza yang terdampak pencegatan oleh pasukan Zionis Israel.

“Kemlu RI via Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” katanya.

Disampaikan Jubir Yvonne, saat ini diketahui sekurangnya sepuluh kapal telah dicegat pasukan Zionis di perairan Siprus, bagian timur Laut Mediterania, pada Senin pagi waktu setempat. Kapal-kapal tersebut antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.

“Di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang WNI atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) - Rumah Zakat,” kata dia.

Sementara itu, menurut informasi GPCI, komunikasi masih terus diupayakan dengan kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono, untuk memastikan status dari kapal tersebut serta para penumpang di dalamnya.

Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi, kata Yvonne. Komunikasi saat ini masih dijalin antara Kemlu RI dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI yang diculik Zionis Israel.

“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” demikian Jubir Kemlu RI.

Indonesia juga menyerukan agar otoritas Zionis agar menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan yang menjadi hak rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, ujarnya.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ucap Yvonne.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah untuk membantu berupaya membebaskan aktivis hingga jurnalis asal Indonesia yang disandera oleh Israel saat berada dalam armada kapal bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina.

"Saya mengecam ulah Israel ini," kata Sukamta di Jakarta, Senin (18/5/2026), dikutip dari Antara.

Menurut dia, pemerintah Indonesia bisa mendesak Dewan Keamanan PBB dan juga melobi Amerika Serikat hingga Israel untuk membebaskan para WNI yang dikabarkan disandera.

Di tengah upaya berbagai pihak meredam konflik, dia menilai seharusnya Israel menghormati proses itu dengan tidak melakukan manuver yang kontraproduktif dengan upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

"Dengan adanya Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Trump, seharusnya sikap Israel juga setidaknya sejalan dengan upaya BoP untuk mewujudkan perdamaian di Palestina," kata dia.

0 comments

    Leave a Reply