DPR Minta Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Picu Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok | IVoox Indonesia

April 20, 2026

DPR Minta Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Picu Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim. IVOOX.ID/doc DPR RI

IVOOX.id – Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mengingatkan pemerintah agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat. Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga saat ini hanya terjadi pada BBM beroktan tinggi, sehingga seharusnya tidak langsung memicu kenaikan harga barang dasar.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak merembet ke harga-harga kebutuhan pokok. Stabilitas harga pangan dan barang penting lainnya harus tetap dijaga, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegas Rivqy dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).

Ia mengakui bahwa kenaikan harga BBM di tengah tekanan global sektor energi merupakan langkah yang sulit dihindari. Namun, menurutnya, aspek komunikasi kebijakan menjadi krusial agar masyarakat tidak merasa terkejut atau cemas terhadap dampaknya.

“Dalam situasi global dan tekanan terhadap sektor energi, kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM bisa menjadi opsi yang pada akhirnya harus diambil pemerintah. Namun, momentum dan komunikasi kebijakan ini perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kegelisahan publik,” katanya.

Rivqy juga menekankan pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan kondisi riil sektor energi nasional. Ia meminta agar informasi terkait ketersediaan BBM, beban subsidi, hingga tantangan distribusi disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Kami meminta pemerintah menjelaskan secara komprehensif bagaimana kondisi sebenarnya sektor BBM kita saat ini. Ini penting agar masyarakat tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga memahami urgensinya,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya langkah antisipatif dari pemerintah dan PT Pertamina (Persero) dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi. Menurutnya, strategi distribusi serta pengelolaan cadangan energi harus dipastikan berjalan optimal guna menghindari gejolak lanjutan.

Rivqy berharap pemerintah tetap mengedepankan kebijakan yang berpihak pada perlindungan masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi sejak Sabtu (18/4/2026). Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite juga melonjak dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Di sisi lain, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) tetap Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

0 comments

    Leave a Reply