DPR Fasilitasi Dialog dengan TikTok dan Kemenaker, Tokopedia Tegaskan Tidak Ada PHK | IVoox Indonesia

July 8, 2026

DPR Fasilitasi Dialog dengan TikTok dan Kemenaker, Tokopedia Tegaskan Tidak Ada PHK

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat Konferensi Pers bersama Presiden Direktur PT Tokopedia Stefanie Susilo serta Menaker RI Yassierli yang digelar di selasar Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). IVOOX.ID/doc DPR RI

IVOOX.id – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memfasilitasi dialog antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan perwakilan TikTok menyusul beredarnya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam pertemuan tersebut, manajemen TikTok dan Tokopedia memastikan tidak ada kebijakan PHK terhadap karyawan, melainkan penataan organisasi melalui mekanisme mobilitas internal.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Executive Director of Tokopedia and TikTok E-Commerce sekaligus Presiden Direktur PT Tokopedia, Stephanie Susilo, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Dasco menjelaskan DPR mengambil langkah cepat dengan mempertemukan seluruh pihak terkait untuk mengklarifikasi informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan PHK di TikTok.

“Dalam beberapa hari terakhir ini kami dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial, terutama menyangkut isu pemutusan hubungan kerja dari karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka,” ujar Dasco dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Senin (6/7/2026).

Ia mengatakan DPR kemudian mengundang perwakilan TikTok dari China, TikTok Indonesia, Tokopedia, serta Kementerian Ketenagakerjaan guna memperoleh penjelasan langsung mengenai kondisi yang sebenarnya.

“Pada hari ini saya memfasilitasi pertemuan. Kami mengundang perwakilan TikTok di China maupun perwakilan TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia dan tadi juga sudah sama-sama dengan Bapak Menteri Tenaga Kerja melakukan dialog,” kata politikus Partai Gerindra tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur PT Tokopedia Stephanie Susilo menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan. Menurutnya, perusahaan hanya melakukan penataan organisasi melalui program internal mobility yang memungkinkan karyawan berpindah ke unit bisnis lain di dalam grup.

“Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group. Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia,” ujar Stephanie.

Ia juga mengungkapkan bahwa TikTok-Tokopedia saat ini masih membuka peluang kerja baru di Indonesia. Perusahaan tengah merekrut lebih dari 100 tenaga kerja untuk mengisi berbagai posisi yang tersedia.

“Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia. Demikianlah kami sampaikan untuk meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi langkah DPR yang bergerak cepat merespons isu yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, dialog tersebut penting untuk memberikan kepastian informasi kepada publik sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman.

Yassierli juga menyambut baik kebijakan internal mobility yang diterapkan TikTok-Tokopedia Group. Menurutnya, skema tersebut memberikan kesempatan bagi pekerja untuk tetap melanjutkan karier di lingkungan perusahaan tanpa harus kehilangan pekerjaan.

Selain itu, pembukaan lebih dari 100 lowongan baru dinilai menjadi sinyal positif bahwa perusahaan masih terus melakukan ekspansi bisnis di Indonesia. Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh talenta lokal untuk mengembangkan karier di sektor ekonomi digital yang terus bertumbuh.

0 comments

    Leave a Reply