Disiapkan 2.500 Beasiswa Kedokteran Guna Pemerataan Dokter | IVoox Indonesia

April 30, 2025

Disiapkan 2.500 Beasiswa Kedokteran Guna Pemerataan Dokter

pemeriksaan-kesehatan-untuk-lansia-2
Petugas medis dari Puskesmas (kanan) mengambil sampel darah warga saat pemeriksaan kesehatan di Posyandu lansia di Balai Warga RW 014 Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (17/3/2023). Layanan pemeriksaan kesehatan tersebut rutin dilakukan setiap satu bulan sekali untuk memantau kesehatan warga lansia di lingkungan tersebut. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

IVOOX.id - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan 2.500 beasiswa untuk dokter dan tenaga kesehatan dalam dan luar negeri, guna pemerataan kebutuhan dokter, dokter spesialis, dan fellowship di Indonesia.

Dilansir dari Antara Kamis (6/4/2023) Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, mengatakan melalui beasiswa ini pemerintah ingin mempercepat produksi dokter dan dokter spesialis untuk mengatasi kekurangan dokter.

“Diperlukan sistem yang baru untuk meningkatkan jumlah produksi dan upaya pemerataan dokter di semua kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Syahril.

Syahril mengatakan masyarakat terbatas untuk mendapatkan akses kepada dokter. Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan dokter spesialis yang berakibat pada antrian pasien yang panjang untuk mendapatkan penanganan dan sulitnya akses terhadap dokter di seluruh daerah di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya angka produksi dan tidak meratanya distribusi dokter spesialis ke seluruh fasilitas layanan kesehatan di Indonesia. Pembaruan sistem dilakukan melalui transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan.

Sebagaimana telah diketahui, Kementerian Kesehatan menginisiasi transformasi kesehatan dengan 6 pilar, yakni pilar Layanan Primer, Layanan Rujukan, Pembiayaan Kesehatan, Ketahanan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan.

Simplifikasi izin pendidikan kedokteran dalam mencetak jumlah tenaga kesehatan yang cukup melalui konsep piloting collegium based di 6 rumah sakit mulai Juli 2023.

“Transformasi memang tidak mudah, butuh kerja keras, cerdas, sinergi, kolaborasi, termasuk keteguhan hati dalam memulai dan menjalankannya. Hilangkan ego sektoral, kita sama-sama berpikir luas, jangka panjang, untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Syahril.

0 comments

    Leave a Reply