Dinilai Perkuat Karakter dan Tingkatkan Motivasi Belajar, Mendikdasmen Klaim 43 Juta Murid Ingin Program MBG Dilanjutkan | IVoox Indonesia

June 13, 2026

Dinilai Perkuat Karakter dan Tingkatkan Motivasi Belajar, Mendikdasmen Klaim 43 Juta Murid Ingin Program MBG Dilanjutkan

antarafoto-target-dan-capaian-penerima-manfaat-mbg-2026-1779786043-1
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026). Pemerintah terus memperluas salah satu program prioritas tersebut untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik dan hingga 24 Mei 2026 telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan target mencapai 82,9 juta penerima hingga akhir 2026. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

IVOOX.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia.

Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan MBG terintegrasi dengan program pendidikan karakter bertajuk “7 Kebiasaan Indonesia Hebat” yang mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

“Kami tegaskan bahwa MBG ini merupakan bagian dari program kami, yaitu 7 Kebiasaan Indonesia Hebat,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari youtube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai modul pendukung agar pelaksanaan program MBG di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung pembentukan perilaku positif dan kebiasaan baik di kalangan peserta didik.

Abdul Mu’ti menyebut sejumlah hasil penelitian yang dilakukan berbagai lembaga, termasuk Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa program MBG memberikan dampak positif terhadap proses belajar siswa. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, hingga capaian akademik peserta didik.

Menurut data pemerintah hingga 10 Juni 2026, pelaksanaan MBG telah menjangkau sekitar 80,7 persen peserta didik di Indonesia. Dari total sekitar 53 juta siswa, sebanyak 43 juta siswa telah menerima manfaat program tersebut.

“Dari sekitar 53 juta siswa, sebanyak 43 juta di antaranya sudah menerima MBG. Mereka menyatakan program ini perlu dilanjutkan karena dampaknya sangat positif, baik terhadap kehadiran di sekolah, motivasi belajar, maupun prestasi akademik,” katanya.

Selain membahas pelaksanaan MBG, Abdul Mu’ti juga memaparkan perkembangan program transformasi pendidikan berbasis teknologi yang dijalankan pemerintah melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di berbagai sekolah.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit IFP ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut kini dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.

Menurut Abdul Mu’ti, penggunaan teknologi tersebut juga telah menunjukkan hasil yang positif berdasarkan sejumlah penelitian yang dilakukan.

“Sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa IFP berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan juga motivasi belajar peserta didik,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply