Dikritik Greenpeace soal Karhutla, Kemenhut Klaim Ribuan Personel Sudah Dikerahkan | IVoox Indonesia

Dikritik Greenpeace soal Karhutla, Kemenhut Klaim Ribuan Personel Sudah Dikerahkan

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki. ANTARA/HO-Kemenhut RI

IVOOX.id – Kementerian Kehutanan menanggapi kritik Greenpeace Indonesia terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai kurang tanggap. Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan, pemerintah sudah mengerahkan petugas, memperkuat operasi pemadaman bersama masyarakat, mendukung operasi udara, menangani satwa terdampak, serta menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang melanggar.

Rohmat menegaskan bahwa Kemenhut menghormati kritik publik. Namun, penilaian terhadap penanganan karhutla perlu mempertimbangkan fakta pengerahan sumber daya dan pekerjaan petugas di lapangan.

“Kami menghormati kritik sebagai bagian dari pengawasan publik. Namun, anggapan bahwa pemerintah tidak bekerja mengabaikan fakta dan perjuangan petugas serta masyarakat di garis depan. Manggala Agni, Polisi Kehutanan, petugas taman nasional, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus berjibaku bersama Masyarakat Peduli Api, Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat, serta relawan untuk memadamkan api dan melindungi warga. Kerja keras ini terus kami perkuat, karena tanggung jawab kami adalah memastikan kebakaran terkendali dan masyarakat terlindungi,” kata Rohmat dalam siaran pers dikutip Rabu (21/10/2026).

Ia menegaskan, masih terjadinya kebakaran dan dampak asap menjadi alasan untuk memperkuat operasi serta mengevaluasi efektivitas penanganan.

“Kami memahami bahwa masyarakat membutuhkan hasil nyata api terkendali, asap berkurang, dan kehidupan kembali berjalan dengan aman. Karena itu, pengerahan personel dan peralatan harus terus diikuti evaluasi terhadap kebutuhan serta hasil penanganan di lapangan,” katanya.

Kemenhut kata ia memperkuat operasi yang didukung 1.419 personel Manggala Agni organik di enam provinsi prioritas melalui bantuan lintas wilayah, termasuk pengerahan 1.000 Polisi Kehutanan dengan skema bantuan kendali operasi ke Kalimantan. Sebanyak 5.000 ASN Kemenhut juga disiagakan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan.

Bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur masyarakat, petugas melakukan pemeriksaan titik panas, pemadaman, penyekatan rambatan api, pembasahan, serta penyisiran bara. Di lahan gambut, pendinginan dilakukan secara berkelanjutan karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala.

Kemenhut katanya juga mendukung Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG, BNPB, TNI, dan unsur terkait. Dukungan tersebut dilaksanakan berdasarkan kondisi atmosfer serta keselamatan penerbangan dan berjalan beriringan dengan pemadaman sumber api di darat.

“Penanganan terus dilakukan tanpa menunggu hujan. Pemadaman darat, pembasahan, penyisiran bara, dan dukungan operasi udara harus saling memperkuat. Keselamatan petugas dan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegas Rohmat.

0 comments

    Leave a Reply