Digitalisasi Perlinsos di Surabaya, Komdigi Pastikan Bansos Tepat Sasaran

IVOOX.id - Aula Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, dipenuhi ratusan warga yang antusias mengikuti sosialisasi dan pendaftaran Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos), Jumat (12/6/2026). Sejak pagi, warga berdatangan untuk memperoleh informasi sekaligus mencoba langsung Portal Perlinsos yang memungkinkan masyarakat mendaftarkan diri agar terdata dalam sistem perlindungan sosial nasional.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 warga ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial agar program perlindungan sosial tepat sasaran. Dalam kunjungan jurnalistik Kemkomdigi, media turut menyaksikan langsung sosialisasi, demonstrasi Portal Perlinsos, hingga proses pendaftaran warga di lapangan.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa digitalisasi Perlinsos bertujuan memastikan tidak ada warga yang berhak menerima bantuan namun terlewat dalam pendataan.
“Jika memang berhak, jangan sampai ada yang terlewat. Digitalisasi Perlinsos membantu negara memahami kondisi warga secara lebih akurat agar bantuan tepat sasaran,” ujar Fifi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi dan waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan bantuan sosial. Masyarakat diminta tidak membagikan data pribadi, kode OTP, atau kata sandi kepada pihak tidak dikenal, serta tidak percaya pada iming-iming percepatan pencairan bantuan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menyampaikan bahwa integrasi data menjadi agenda penting dalam reformasi sistem perlindungan sosial. Pemerintah saat ini mengonsolidasikan berbagai sumber data seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE menjadi basis data terpadu agar kebijakan lebih sesuai kondisi riil masyarakat.

Robben mengungkapkan masih ada sekitar 365.348 warga Surabaya yang belum masuk dalam desil kesejahteraan. Hal ini perlu segera ditangani agar program bantuan sosial dan pemberdayaan, termasuk Sekolah Rakyat, dapat lebih tepat sasaran.
“Data yang akurat akan membuat intervensi pemerintah lebih tepat. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, pendamping, dan masyarakat,” jelasnya.
Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Rahmat Andika, menambahkan bahwa Portal Perlinsos dirancang untuk mempercepat pendaftaran dan verifikasi melalui identitas digital serta integrasi data antar lembaga.
“Portal ini memungkinkan masyarakat mendaftar langsung, sehingga verifikasi lebih cepat berkat interoperabilitas data,” ujarnya.
Kota Surabaya menjadi salah satu dari 42 daerah percontohan program Digitalisasi Perlinsos. Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan agen Perlinsos.
Capaian aktivasi IKD di Surabaya mencapai 99,67 persen, sementara agen Perlinsos Digital sudah 100 persen.
Melalui program ini, pemerintah berharap pendataan menjadi lebih akurat, transparan, dan inklusif, sehingga bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, media, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi digital perlindungan sosial.


0 comments