June 20, 2021

Update Terbaru virus covid-19
Indonesia

Memuat...

Dunia

Memuat...

Digadang-gadang Akan Jadi Menteri Investasi, Begini Tanggapan Ahok

IVOOX.id, Jakarta - Baru-baru ini DPR RI telah menyetujui peleburan antara Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta pembentukan satu badan baru yakni Kementerian Investasi. Mengenai Kementerian Investasi, nama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut yang akan menjadi menterinya.

Mengetahui hal tersebut, Ahok lantas angkat suara dengan mengatakan bahwa tugas utamanya saat ini adalah bekerja di Pertamina. "Saya ditugaskan di Pertamina," ujar Ahok, Jumat (16/4).

Seperti yang diketahui, Presiden Joko Widodo dikabarkan siap mereshuffle kabinet setelah DPR menyetujui peleburan dua kementerian. Selain itu, parlemen juga telah menyetujui pembentukan kabinet baru yakni Kementerian Investasi. Jokowi dikabarkan memang sudah sejak lama ingin membentuk kementerian yang fokus mengurus investasi.

Perihal Kementerian Investasi, pengusaha juga sudah menyambut positif pembentukannya. Selain Ahok, sejumlah nama lain yang dikabarkan akan mengisi jabatan kementerian baru itu pun santer dibicarakan seperti Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahaladia dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Nama Ahok sendiri pertama kali diajukan oleh Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis Fadhli Harahab yang menyebut sosok Komisaris Utama Pertamina itu cocok menjadi Menteri Investasi.

Sementara itu, Hendrawan Supratikno selaku Politikus Senior PDIP lantas buka suara mengenai sosok yang akan mengisi jabatan di Kementerian Investasi. Menurutnya, siapa pun yang dipilih oleh Jokowi telah melalui pertimbangan yang matang. "Ini hak prerogatif Presiden, jadi siapa pun yang dipilih pasti sudah melalui pertimbangan yang masak," terang Hendrawan, Jumat (16/4).

Hendrawan tidak menanggapi secara spesifik kabar yang menyebutkan Ahok akan masuk dalam jajaran kabinet Indonesia Maju pimpinan Jokowi tersebut. Ia mengatakan untuk menunggu keputusan Presiden. Meski demikian, sikap PDIP sebagai partai pengusung akan tetap mendukung penuh keputusan yang diambil oleh Presiden Jokowi. "Kita tunggu saja putusan Presiden dengan sabar," tutup Hendrawan.

0 comments

    Leave a Reply