Dicari Terkait OTT Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Datangi KPK

IVOOX.id – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 22.33 WIB, usai mengaku menyelesaikan agenda terlebih dahulu.
“Ya gini aja, menyelesaikan agenda,” ujar Silmy di dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dikutip dari Antara.
Silmy enggan menjawab pertanyaan jurnalis terkait agenda yang dijalaninya tersebut.
Sementara itu, dalam proses kedatangannya, ajudan yang mengawal Silmy Karim tampak memasang badan dan menyikut para jurnalis yang mencoba mengambil gambar atau mewawancarai penyelenggara negara tersebut.
Di hari yang sama, KPK sempat mengumumkan pencarian Silmy Karim terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat. OTT yang dilakukan sejak Selasa, 2 Juni 2026, tersebut diketahui merupakan yang ke-11 selama 2026. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan izin tinggal warga negara asing, yakni Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Silmy Karim masuk radar OTT KPK karena sempat menjabat Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia periode Januari 2023 hingga Oktober 2024.
"Saat menjadi Dirjen," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di halaman depan Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026), dikutip dari Antara.
Ketika ditanya apakah Silmy Karim diduga terlibat praktik suap, Budi mengatakan KPK masih menelusuri dugaan tersebut.
Dengan demikian, kata Budi, keberadaan Silmy Karim dibutuhkan KPK untuk membuat terang benderang perkara tersebut.
"Kami mengimbau agar yang bersangkutan bisa kooperatif ya, dan barangkali bisa menyerahkan diri ke KPK sehingga bisa membantu proses penanganan perkara ini," katanya.
Terkait OTT tersebut, KPK mengamankan belasan orang, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.
Dalam operasi tersebut, KPK menyita barang bukti berupa puluhan kendaraan, uang tunai dalam bentuk dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, hingga logam mulia.
Pada Rabu, 3 Juni 2026, petang, KPK mengumumkan pencarian terhadap Wamen Imipas Silmy Karim terkait rangkaian operasi tersebut.
Pada Rabu malam, KPK mengumumkan untuk sementara sudah menangkap sebanyak 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara, serta sembilan pihak swasta yang berperan sebagai perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen keimigrasian.
Beberapa dari 17 orang tersebut adalah Ronald Arman Abdullah, Kepala Kantor wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, hingga Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi periode Oktober 2024-April 2025 Saffar Muhammad Godam.


0 comments