Di Tengah Sorotan Kasus Jampidsus, Jaksa Agung dan Kapolri Kompak Bantah Isu Rivalitas | IVoox Indonesia

July 14, 2026

Di Tengah Sorotan Kasus Jampidsus, Jaksa Agung dan Kapolri Kompak Bantah Isu Rivalitas

antarafoto-kapolri-bertemu-jaksa-agung-1783941505-1
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kanan) bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin (kiri) melakukan salam komando usai pertemuan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (13/7/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka silaturahmi antara Polri dengan Kejaksaan Agung dan untuk memperkuat sinergi aparat penegak hukum. ANTARA FOTO/Fah/Nadia Putri

IVOOX.id – Jaksa Agung ST Burhanuddin membantah anggapan adanya rivalitas antara Kejaksaan Agung dengan Polri. Hal itu disampaikan usai bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2026.

Ia menegaskan kedua institusi tersebut tetap solid di tengah penanganan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Menurutnya Kejagung dan Polri senantiasa menjaga komunikasi dan melakukan kerjasama dalam penegakan hukum.

"Jangan berpikir kami rival, kami ini match. Kami sudah mengenal secara pribadi. Saya jadi Jaksa Agung, beliau jadi Kapolri," ujar Burhanuddin, saat konferensi pers di kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Burhanuddin mengatakan, Kejaksaan dan Polri merupakan institusi penegak hukum yang tidak terpisahkan dalam sistem peradilan di Indonesia. Pasalnya kata ia, sinergi antarlembaga menjadi kunci untuk memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat.

"Jadi kami ini satu kesatuan untuk memberikan rasa aman di masyarakat, memberikan rasa adil di masyarakat," kata Burhanuddin.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan bahwasanya hubungan Kejaksaan dengan Polri tetap berjalan harmonis. Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi akan terus diperkuat hingga ke tingkat daerah.

"Kami sepakat untuk terus bersilaturahmi ditindaklanjuti di jajaran provinsi maupun kabupaten," kata Listyo.

Menurut Listyo sinergi antara Polri dan Kejaksaan Agung tidak hanya dilakukan dalam penanganan perkara, tetapi juga akan diperkuat melalui program pertukaran penyidik dalam waktu dekat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi serta efektivitas proses penegakan hukum.

"Sekali lagi tidak ada masalah antara institusi Kejaksaan dan kepolisian," kata Listyo.

0 comments

    Leave a Reply