Dewan Pers Ingatkan Bahaya Ketergantungan Berlebihan pada AI

IVOOX.id – Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pers dan pendidikan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga harus dipahami secara kritis agar tidak menggeser peran kreativitas manusia.
“AI ini sebuah keniscayaan yang harus kita dalami ilmunya, kita kuasai teorinya,” kata Totok saat membuka acara Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Produksi Kreatif di Gedung Dewan Pers, Jakarta Selasa (23/6/2026).
Dalam sambutannya Totok mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI dapat mengikis kemampuan berpikir manusia. Ia menekankan bahwa teknologi harus tetap berada di bawah kendali manusia karena sejatinya manusia tetap menjadi sumber utama kreativitas dan nalar.
“AI jangan dipergunakan hanya untuk melaksanakan pekerjaan kita tanpa memastikan bahwa kita tetap manusia yang berotak lebih kuat. Akal beneran kan ada di kita, di manusia," katanya.
Dalam pandangannya, ancaman terbesar bukanlah AI itu sendiri, melainkan pihak yang menguasai teknologi tersebut. Ia mengutip pandangan yang menyebut bahwa yang perlu diwaspadai adalah siapa yang mengendalikan AI, bukan sekadar teknologinya. Hal itu, menurutnya, kembali pada kualitas akal manusia sebagai pencipta teknologi.
Ia juga menekankan bahwa kreativitas adalah kunci dalam memanfaatkan teknologi secara produktif. Menurutnya, kemampuan memberi perintah yang tepat kepada AI akan menentukan kualitas hasil yang diperoleh.
“Kalau kita cerdas, ya AI akan memberikan jawaban yang cerdas,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Totok kembali menegaskan bahwa AI hanyalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi peserta dan memperkuat pemahaman tentang pentingnya kreativitas di era digital.


0 comments