Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi, Kemenhub Tingkatkan Kesiagaan Transportasi | IVoox Indonesia

February 1, 2026

Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi, Kemenhub Tingkatkan Kesiagaan Transportasi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ditemui usai rapat dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

IVOOX.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan kesiagaan di sejumlah simpul transportasi menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan transportasi di seluruh moda.

“Seluruh unit teknis di tingkat pusat dan daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan intensif pada titik-titik rawan banjir dan longsor, serta menyiagakan sumber daya manusia dan peralatan pendukung untuk respons cepat apabila terjadi gangguan operasional,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dalam siaran pers, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prospek cuaca mingguan periode Selasa (27/1/2026) hingga Senin (2/2/2026), hujan lebat hingga ekstrem berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua Pegunungan.

Dudy menegaskan bahwa keselamatan perjalanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Penyesuaian operasional transportasi, termasuk pengaturan lalu lintas, pembatasan kecepatan, penundaan perjalanan, hingga penghentian sementara layanan, dapat dilakukan apabila cuaca dinilai membahayakan keselamatan.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dalam situasi cuaca ekstrem seperti ini, kami memilih untuk lebih berhati-hati demi melindungi masyarakat,” kata Dudy.

Di sektor jalan tol, kata Dudy, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), operator tol, Kepolisian, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan lalu lintas. Sementara itu, pada sektor perkeretaapian, patroli dan inspeksi jalur rel ditingkatkan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, disertai kesiapan penanganan cepat dan pembatasan operasional bila diperlukan.

"Untuk transportasi laut dan penyeberangan, pemantauan cuaca dan gelombang diperketat seiring potensi angin kencang dan hujan lebat di sejumlah perairan," kata Dudy 

Pada sektor transportasi udara, Dudy memastikan kesiapan operasional bandara serta akses menuju bandara melalui koordinasi dengan penyelenggara penerbangan dan layanan navigasi udara guna menyesuaikan jadwal penerbangan dengan perkembangan cuaca.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca belum memungkinkan. Perubahan jadwal atau penundaan perjalanan merupakan bentuk perlindungan keselamatan bersama,” ujar Dudy.

0 comments

    Leave a Reply