COVID-19 Bisa Usai Juni, Ekonomi Bangkit di Kurtal III

IVOOX.id, Jakarta - Jika wabah COVID-19 bisa selesai sesuai harapan pada Juni, pertumbuhan ekonomi mulai kembali bangkit di triwulan ketiga dan keempat.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal itu dalam acara penjajakan minat pasar atau market sounding yang digelar Kementerian PUPR di Jakarta, Kamis (30/4).
"Kalau pandemi COVID-19 ini cepat berlalu sesuai dengan perencanaan pada Juni, maka kami punya keyakinan di triwulan ketiga dan keempat kita mulai bangkit," ujar Bahlil.
Bahlil juga menambahkan bahwa untuk triwulan kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mengalami penurunan akibat dampak negatif dari pandemi COVID-19.
"Namun di triwulan kedua itu hati-hati pertumbuhan kita akan menurun, ini kemungkinan bisa sampai nol persen kalau masih landai lagi bisa menyentuh minus," katanya, dikutip Antara.
Kendati demikian Kepala BKPM tersebut tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini masih berada di atas angka empat persen.
"Pertumbuhan ekonomi di triwuan pertama saya yakin masih di atas empat persen, saya masih yakin," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, masa COVID-19 ini merupakan masa untuk melakukan konsolidasi ke dalam dengan mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan proses, sehingga ketika pandemi COVID-19 selesai perekonomian Indonesia bisa langsung lepas landas.
Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyatakan terdapat perkiraan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa kembali hidup normal pada Juli mendatang.
Dalam kesempatan itu, Doni juga meminta seluruh kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai imbauan soal upaya pencegahan penyebaran virus corona baru dengan berbagai bahasa yang mudah dimengerti masyarakat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu meminta aparat penegak hukum dan jajaran pemerintah daerah untuk lebih tegas mengingatkan kepada masyarakat agar tidak ada membuat kerumunan saat masa pandemi dan mematuhi ketentuan pembatasan jarak fisik (physical distancing).

0 comments