Championship 2026/2027: Kendal Tornado FC Menang Lawan De Red FC 1-0

IVOOX.id – Kendal Tornado FC menekuk tuan rumah De Red FC 1-0 melalui gol Ibnu Hajar pada menit ke-81 dalam laga pekan pertama Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Sabtu, 12 September 2026.
Mengutip Antara, awal babak pertama, De Red FC langsung mengambil inisiatif menyerang dan menekan pertahanan Kendal Tornado FC, tetapi upaya tersebut masih mampu diredam lini belakang tim asal Kendal.
Peluang pertama De Red FC hadir pada menit ke-6 melalui Giofani, tetapi tendangannya masih mampu diantisipasi kiper Kendal Tornado FC Try Hamdani.
Memasuki menit ke-16, Genta Alparedo mencoba melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melebar tipis di atas mistar gawang Kendal Tornado FC.
Anak asuh Stefan Keltjes tersebut beberapa kali mencoba menerobos lini pertahanan De Red FC, tetapi serangan mereka selalu kandas sebelum membahayakan gawang tuan rumah.
Kendal Tornado FC kemudian memperoleh peluang pada menit ke-25 melalui sepakan Agung Pras, tetapi bola kembali melebar tipis di atas mistar gawang De Red FC yang dikawal Panggih Prio.
Memasuki menit ke-30, Kendal Tornado FC mulai keluar dari tekanan dan berusaha mengambil alih permainan dengan meningkatkan intensitas serangan serta menekan tuan rumah di area pertahanan.
Satu menit berselang, Ousman Maiket mendapat peluang untuk membuka keunggulan Kendal Tornado FC, tetapi sepakannya masih mampu diamankan kiper De Red FC.
Peluang emas De Red FC hadir pada menit ke-41 melalui Titan Agung, tetapi bola hasil sepakannya membentur mistar gawang dan keluar lapangan.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, tidak ada gol yang tercipta dan kedua tim masih bermain imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, De Red FC kembali mengambil inisiatif dengan membangun serangan dan berusaha mengendalikan jalannya permainan.
Namun, Kendal Tornado FC yang berambisi mencuri poin di kandang lawan mampu memberikan perlawanan melalui sejumlah serangan balik, meski belum membuahkan gol.
Gol yang ditunggu akhirnya tercipta pada menit ke-81 melalui Ibnu Hajar yang berdiri bebas tanpa kawalan di depan gawang De Red FC dan menuntaskan peluang tersebut.
Kendal Tornado FC pun unggul 1-0 dan mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Pertandingan tersebut disaksikan sebanyak 204 penonton yang hadir langsung di Stadion Gelora 10 November Surabaya.
Hasil tersebut membawa Kendal Tornado FC menempati posisi pertama Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 dengan koleksi dua poin setelah mendapat sanksi pengurangan satu poin sebelum kompetisi dimulai, sedangkan De Red FC berada di peringkat keenam.
Pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keltjes menyebut keberanian dan kerja keras pemain menjadi kunci kemenangan 1-0 atas De Red FC.
"Kami tanamkan ke anak-anak, mau main di mana pun dan dengan situasi apa pun harus punya karakter berani dan kepercayaan diri yang baik," kata Stefan saat konferensi pers setelah pertandingan usai, dikutip dari Antara.
Menurut dia, karakter tersebut juga terlihat ketika pemain menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan untuk menghadapi De Red FC yang dikenal mengandalkan umpan pendek dan kombinasi.
"Kami sudah memprediksi bahwa style of play Coach Aji suka memainkan bola pendek kombinasi," ucapnya.
Sementara itu, pemain Kendal Tornado FC Ibnu Hajar bersyukur atas kemenangan tersebut dan menyebut pesan pelatih untuk berani bermain di mana pun menjadi salah satu modal tim.
"Pelatih selalu mengingatkan ke kita, main di mana pun kita harus berani, fighting spirit, dan Alhamdulillah hari ini kita dapat tiga poin," kata Ibnu, dikutip dari Antara.
Sementara, pelatih De Red FC Aji Santoso membeberkan tiga faktor kekalahan skuadnya.
"Babak pertama ada tiga peluang yang seharusnya gol, tetapi tidak bisa kami konversi menjadi gol, ini faktor pertamnya," kata Aji saat konferensi pers setelah pertandingan usai, dikutip dari Antara.
Faktor kedua, kata dia, terjadi ketika De Red FC harus bermain dengan 10 pemain setelah Hattam Pratama meninggalkan lapangan sehingga timnya membutuhkan waktu sekitar satu menit sebelum kembali bermain dengan jumlah pemain lengkap.
Situasi tersebut, lanjutnya, kemudian dimanfaatkan Kendal Tornado FC untuk membangun serangan dari sisi kanan yang ditinggalkan Hatam hingga menghasilkan gol kemenangan tim tamu.
"Kemasukannya memang ketika kami dalam kondisi 10 pemain, dan ancaman itu munculnya dari tempatnya Hatam, di mana Hatam dalam kondisi sudah di luar lapangan," ucapnya.
Faktor ketiga, kata Aji, adalah keluarnya playmaker Fava atau Fava Sheva Rustanto yang mengalami masalah pada otot sehingga harus ditarik keluar pada pertandingan tersebut.
"Playmaker kami, si Fava, ototnya agak ketarik sehingga dia harus keluar. Sejak dia keluar, kami agak sedikit ditekan oleh lawan," katanya.
Oleh karena itu, ia berharap pemain asing ketiga yang disiapkan manajemen dapat segera bergabung dan memperkuat De Red FC pada pertandingan kedua.
Lebih lanjut, ia menambahkan, meski kalah, Aji menilai permainan anak asuhnya cukup baik dan tim tersebut masih memiliki prospek untuk berkembang pada pertandingan berikutnya.
Selain itu, Aji juga menilai regulasi yang memberikan kesempatan kepada pemain muda menjadi hal positif karena memberikan pengalaman kepada pemain yang belum banyak tampil di kompetisi.
Sementara itu, pemain De Red FC Genta Alparedo mengatakan hasil pertandingan tersebut bukan sesuatu yang diharapkan oleh timnya.
"Untuk pertandingan hari ini mungkin bukan hasil yang kita harapkan. Tetapi saya perwakilan pemain siap mengevaluasi untuk kesalahan kita di pertandingan hari ini," kata Genta, dikutip dari Antara.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan para pemain dapat membuat De Red FC tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.


0 comments