Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS di Februari 2026 | IVoox Indonesia

12 Maret 2026

Cadangan Devisa RI Turun Jadi 151,9 Miliar Dolar AS di Februari 2026

Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (21/1) bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari hari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 sebesar 151,9 miliar dolar AS. Jumlah tersebut dinilai tetap tinggi meskipun menurun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2026 sebesar 154,6 miliar dolar AS.

"Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 tetap tinggi," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers dikutip Sabtu (7/3/2026).

Denny mengatakan, perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Menurutnya posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2026 setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," katanya.

Ke depan kata ia, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply