Bus Terguling di Tol Batang Semarang Tewaskan 15 Penumpang | IVoox Indonesia

January 13, 2026

Bus Terguling di Tol Batang Semarang Tewaskan 15 Penumpang

Penanganan insiden kecelakaan bus di Km 419 A Simpang Susun Krapyak
Penanganan insiden kecelakaan bus di Km 419 A Simpang Susun Krapyak, Jalan Tol Batang-Semarang, Jateng, Senin (22/12/2025). ANTARA/HO-Jasa Marga

IVOOX.id – Sebuah bus PO Cahaya Trans yang mengangkut 34 penumpang terguling di ruas simpang susun exit tol Krapyak Kota Semarang, Senin, 22 Desember 2025, dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, menewaskan setidaknya 15 orang.

Bus bernomor polisi B. 7201 IV yang berangkat dari Jatiasih, Jakarta menuju Yogyakarta tersebut dilaporkan melaju kencang dan diduga hilang kendali sehingga menabrak pembatas jalan dan akhirnya terguling.

Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang yang sedang melaksanakan Siaga SAR Khusus Nataru (Natal dan Tahun Baru) di Posko Gabungan Kalikangkung Kota Semarang yang tengah bersiaga segera menuju ke lokasi untuk melakukan penanganan SAR.

"Kami beserta tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, PMI dan lainnya berhasil mengevakuasi seluruh korban dari bus yang mengalami kecelakaan. Ada 15 penumpang yang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka" kata Kepala Kantor SAR Semarang Budiono, Senin (22/12/2025), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi sendiri berjalan cukup sulit karena ada sebagian korban yang masih dalam posisi terjepit dan juga akses menuju korban dipenuhi pecahan kaca.

Tim harus masuk ke dalam bus yang terguling, menggapai dan membuka akses menuju korban, serta mengevakuasinya keluar dari dalam bus dengan ekstra hati-hati.

"Proses evakuasi selesai pukul 4 subuh (04.00 WIB) tadi. Penyebab kecelakaan itu sendiri belum diketahui secara pasti, namun diduga bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta dini hari tadi," katanya.

Akhirnya, sekitar pukul 04.00 WIB proses evakuasi berakhir dan seluruh korban yang berhasil dievakuasi tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, di antaranya RSUP dr. Kariadi, RS. Columbia Asia dan RSUD dr. Adhyatma MPH atau RS. Tugu Semarang.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak, sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Budiono juga mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendara, serta beristirahat jika mengalami kelelahan.

"Dan kami imbau untuk pengguna jalan agar lebih berhati-hati lagi dalam berkendara. Istirahat bila lelah dan jaga jarak aman dari kendaraan lainnya," katanya.

Terpisah, PT Jasamarga Semarang Batang, selaku pengelola Jalan Tol Batang-Semarang, bergerak cepat menangani insiden kecelakaan bus di Km 419 A Simpang Susun Krapyak Jalan Tol Batang-Semarang.

"Kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal serta pengaturan lalu lintas," ujar Direktur Utama Jasamarga Semarang Batang Nasrullah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/12/2025), dikutip dari Antara.

Nasrullah mengatakan petugas melakukan pengamanan area dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi di lapangan.

Proses evakuasi kecelakaan berlangsung secara terkoordinasi dengan dukungan petugas Basarnas Siaga Natal-Tahun Baru dari Kota Semarang serta kepolisian setempat.

Berdasarkan laporan petugas pada pukul 03.16 WIB, kendaraan bus berhasil dievakuasi menggunakan crane.

Seluruh korban dalam kejadian ini dibawa ke beberapa rumah sakit area Semarang antara lain RS Tugu, RS Columbia, RS Elizabeth, dan RS Kariadi Semarang untuk mendapatkan penanganan medis dan penanganan kejadian diserahkan kepada PJR Jateng 1C Semarang sesuai ketentuan yang berlaku.

Jasamarga Semarang Batang menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden ini kepada seluruh pihak yang terdampak.

"Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kejadian ini saat dilakukannya penanganan serta terus mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar selalu berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, serta tidak memaksakan perjalanan saat lelah," ujar Nasrullah.

Apabila diperlukan, pengguna jalan dapat memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan demi keselamatan bersama, sebutnya.

0 comments

    Leave a Reply