Bulog Bali Sebut Stok Beras 10 Juta Kg Aman Jelang Hari Raya Galungan | IVoox Indonesia

June 15, 2026

Bulog Bali Sebut Stok Beras 10 Juta Kg Aman Jelang Hari Raya Galungan

Bulog Bali cek ketersediaan stok beras
Bulog Bali cek ketersediaan stok beras jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Denpasar, Minggu (14/6/2026). (ANTARA/ho-Bulog Bali)

IVOOX.id – Perum Bulog Bali memastikan stok beras di gudang mereka yang mencapai 10 juta kilogram aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kami memastikan bahwa stok pangan yang dikuasai Bulog Bali dalam kondisi aman untuk 10 bulan ke depan, total stok yang kami miliki saat ini mencapai 10,79 juta kg dan siap digunakan memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,” kata Pemimpin Wilayah Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu di Denpasar, Minggu (14/6/2026), dikutip dari Antara.

Simon menyebut total stok pangan beras yang dikuasai 10.795.581 kilogram, menandakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras maupun komoditas pangan strategis lainnya karena stok saat ini berada pada level yang sangat mencukupi. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan karena ketersediaan pangan sangat mencukupi.

Selain itu, saat memantau kondisi harga di pasar berbagai daerah, Bulog Bali mendapati harga beras dan sejumlah komoditas strategis masih relatif stabil.

“Salah satu tugas Bulog adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sampai saat ini harga beras di Bali masih dalam kondisi yang terkendali, kami terus berkoordinasi dengan satgas pangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi ini tetap terjaga selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Hari Raya Galungan dan Kuningan sendiri rangkaiannya dimulai dari Penampahan Galungan Selasa, 16 Juni hingga Umanis Kuningan 28 Juni 2026.

Melihat umumnya kebutuhan meningkat namun kini kondisi perekonomian menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian, Bulog saat ini fokus menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret kepada masyarakat, tujuannya agar di hari raya masyarakat yang berhak atas beras tersebut dapat memanfaatkan untuk kebutuhan.

Hingga pertengahan Juni 2026, mereka telah menyalurkan bantuan pangan kepada 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau setara 96,5 persen dari total pagu penerima di Provinsi Bali.

“Program bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memenuhi kebutuhan pangan pokok, kami terus mempercepat penyaluran agar seluruh penerima manfaat dapat menerima haknya tepat waktu,” kata Simon memastikan.

Ia juga terus memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui penyaluran beras ke pasar-pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kios pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK), serta berbagai saluran lainnya terdistribusi dengan lancar.

Simon mencatat hingga saat ini mereka telah menggelontorkan 3.028.010 kilogram Beras SPHP di seluruh wilayah Provinsi Bali sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen.

“Penyaluran Beras SPHP terus kami optimalkan sebagai instrumen stabilisasi harga, dengan distribusi yang masif dan merata kami berharap masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika permintaan cenderung meningkat,” ujarnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat yang selama ini berjalan baik, ia meyakini dapat menjaga kondisi pangan daerah tetap aman dan kondusif selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Dengan stok yang mencukupi, harga yang stabil, serta berbagai program intervensi pemerintah yang berjalan efektif, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tutur Simon.

0 comments

    Leave a Reply