British Council Umumkan Pemenang Study UK Alumni Awards 2026 di Indonesia

IVOOX.id – British Council kembali menggelar Study UK Alumni Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap para alumni universitas di Inggris yang dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, dan negara. Ajang penghargaan berskala global ini menyoroti peran alumni UK sebagai pemimpin dan inovator yang memanfaatkan pengalaman pendidikan internasional mereka untuk menciptakan dampak positif di berbagai bidang.
Di Indonesia, malam penganugerahan Study UK Alumni Awards 2026 diselenggarakan di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026. Tahun ini, British Council menghadirkan sejumlah pembaruan, salah satunya dengan menambahkan kategori baru Culture, Creativity, and Sport. Penambahan ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi alumni UK di sektor budaya, kreativitas, dan olahraga, selain bidang-bidang yang selama ini telah diakui.
Sebanyak 12 finalis nasional terpilih dari empat kategori penghargaan, yakni Business and Innovation, Culture, Creativity and Sport, Science and Sustainability, serta Social Action. Para finalis tersebut dinilai telah menunjukkan kepemimpinan, inovasi, serta dampak sosial yang signifikan di bidang masing-masing. Pemenang dari setiap kategori diumumkan langsung pada malam penganugerahan yang turut dihadiri Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, serta Country Director British Council Indonesia, Summer Xia.
Summer Xia menegaskan pentingnya ajang ini bagi British Council. “Study UK Alumni Awards merupakan salah satu momen penting bagi kami setiap tahunnya, karena melalui ajang ini kita dapat melihat dampak nyata pendidikan UK dalam membentuk para pemimpin masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Para finalis tahun ini adalah sosok-sosok luar biasa yang mendorong inovasi di bidang bisnis, membentuk lanskap budaya, memajukan solusi ilmiah, serta menciptakan perubahan sosial yang bermakna di Indonesia.” Katanya pada Jumat (6/2/2026).
Salah satu penerima penghargaan, Dewi Nur Aisyah, yang meraih Study UK Alumni Awards 2026 kategori Science and Sustainability, menyampaikan bahwa pengakuan ini menjadi dorongan atas kontribusinya di bidang kesehatan masyarakat dan transformasi digital. Alumni Imperial College London dan University College London ini saat ini berkiprah di Kementerian Kesehatan RI dan pernah menjabat Ketua Bidang Data dan IT Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional. “Kami langsung membangun sistem informasi terintegrasi untuk penanganan COVID-19 di Indonesia di tingkat nasional. Saya menjadi ketua bidang termuda dan satu-satunya perempuan,” ujarnya.
Dewi juga menekankan peran pendidikan UK dalam membentuk perspektif kepemimpinannya. “British Council bukan hanya membuka pintu pendidikan global, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya pemimpin-pemimpin perubahan,” tuturnya.
Salah satu juri ajang Study UK Alumni Awards 2026, yakni Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wulan Koagouw, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan seharusnya tidak berhenti sebagai teori atau konsep di atas kertas. Menurutnya, sains justru harus hadir dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat serta lingkungan sekitar. Pandangan tersebut disampaikannya saat menghadiri Malam Penganugerahan Study UK Alumni Awards 2026.
Dalam forum tersebut, Wulan menekankan pentingnya keberanian para akademisi dan profesional terdidik untuk benar-benar mempraktikkan ilmu yang dimiliki. Ia menilai, setelah menempuh pendidikan tinggi, terlebih di luar negeri, para lulusan sudah seharusnya tampil percaya diri dan menunjukkan kapasitasnya di bidang masing-masing. Ilmu yang dimiliki, kata dia, akan kehilangan makna jika tidak pernah diuji melalui penerapan langsung di kehidupan sehari-hari.
“Karena pada saat kita punya ilmu, tapi kita tidak coba untuk mempraktikkan, kita tidak coba memberikan pemahaman, kita enggak akan tahu dampaknya,” kata Wulan, Jumat (6/2/2026).
Wulan juga menyoroti bahwa keberanian untuk mencoba dan mempraktikkan ilmu dapat membuka banyak peluang lanjutan. Mulai dari memperluas jejaring profesional hingga memperdalam kolaborasi dengan pihak-pihak yang relevan. Menurutnya, diskusi tentang inovasi memang penting, namun proses mencoba adalah langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.
“Tentu saja juga untuk lebih dalam menggali atau mungkin bisa lebih banyak berbicara mengenai inovasi ataupun apa pun yang telah dilakukan itu juga penting. Tetapi apa yang akan kita lakukan sampai ke saat itu kalau kita tidak mencoba terlebih dahulu?” ujarnya.


0 comments