BRIN Petakan Situs Diduga Peninggalan Kerajaan Kadiri di Tulungagung | IVoox Indonesia

BRIN Petakan Situs Diduga Peninggalan Kerajaan Kadiri di Tulungagung

Tim peneliti melakukan pendataan dan pemetaan situs arkeologi di Desa Pulotondo
Tim peneliti melakukan pendataan dan pemetaan situs arkeologi di Desa Pulotondo dan Desa Sambirobyong, Tulungagung, Jawa Timur. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI meneliti kawasan seluas sekitar empat hektare yang diduga memiliki keterkaitan dengan peninggalan masa Kerajaan Kadiri sebagai dasar penyusunan kajian ilmiah sebelum dilakukan ekskavasi lanjutan. ANTARA/HO - Dokumentasi pribadi

IVOOX.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI memetakan situs arkeologi di Desa Pulotondo dan Desa Sambirobyong, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang diduga merupakan peninggalan masa Kerajaan Kadiri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung Ardian Candra mengatakan, penelitian tersebut merupakan kelanjutan kajian yang pernah dilakukan pada 2016-2017 terhadap sejumlah struktur bangunan kuno yang ditemukan di kawasan dekat aliran Sungai Brantas.

"Penelitian ini bukan temuan baru, melainkan melanjutkan kajian yang pernah dilakukan sebelumnya untuk memperkuat data dan informasi arkeologis yang ada," kata Ardian, Sabtu (26/9/2026), dikutip dari Antara.

Menurut Ardian, tim peneliti saat ini masih berada pada tahap pemetaan dan identifikasi kawasan situs guna mengetahui luasan, karakteristik, serta keterkaitan antarstruktur yang ditemukan.

Hasil pemetaan sementara menunjukkan kawasan yang diteliti memiliki luas sekitar empat hektare.

Sejumlah temuan juga mengindikasikan bahwa situs di Pulotondo dan Sambirobyong kemungkinan merupakan satu kesatuan kawasan yang saling terhubung.

"Saat ini masih tahap pemetaan. Lokasi situs berada di sekitar kawasan Sungai Brantas yang sejak lama dikenal memiliki banyak jejak sejarah peradaban masa lalu," ujarnya.

Disbudpar Tulungagung masih menunggu hasil kajian ilmiah dari BRIN dan BPK Wilayah XI sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap situs tersebut.

Apabila hasil penelitian menguatkan dugaan adanya struktur penting peninggalan masa Kerajaan Kadiri, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan ekskavasi untuk mengungkap lebih banyak informasi arkeologis yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Menurut Ardian, penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya data sejarah Tulungagung sekaligus membuka peluang pengembangan warisan budaya berbasis riset dan pelestarian.

Kawasan sepanjang Sungai Brantas selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban pada masa kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur, termasuk era Kerajaan Kadiri yang berkembang sekitar abad ke-11 hingga ke-13.

0 comments

    Leave a Reply