BRICS Dorong Kepemimpinan Perempuan untuk Jabatan Sekjen PBB | IVoox Indonesia

May 16, 2026

BRICS Dorong Kepemimpinan Perempuan untuk Jabatan Sekjen PBB

Logo kelompok kemitraan strategis BRICS
Logo kelompok kemitraan strategis BRICS. (ANTARA/https://infobrics.org)

IVOOX.id – Menteri luar negeri negara-negara BRICS menyerukan peningkatan peran perempuan di organisasi internasional dan menyoroti belum pernah adanya perempuan yang menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demikian isi pernyataan yang dirilis Jumat, 15 Mei 2026, usai KTT di New Delhi.

“Dalam proses pemilihan Sekjen PBB berikutnya, para menteri mencatat hanya satu warga Amerika Latin dan Karibia yang pernah menduduki posisi itu, serta belum pernah ada perempuan terpilih,” bunyi pernyataan itu, dikutip dari Antara.

Para diplomat utama BRICS juga menyerukan representasi geografis yang adil di Sekretariat PBB dan organisasi internasional lain, serta peningkatan peran perempuan, terutama dari negara berkembang, pada seluruh tingkat kepemimpinan.

BRICS merupakan kelompok antarpemerintah yang dibentuk pada 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011.

Lima negara tambahan bergabung dengan BRICS pada awal tahun 2024, yaitu Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.

Lalu, Indonesia menjadi anggota ke-11 yang bergabung ke BRICS pada tahun 2025. Tahun ini, India memegang keketuaan BRICS.

Serukan Dunia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Dalam dokumen hasil Pertemuan tingkat Menlu BRICS yang disiarkan pada Jumat, para menteri luar negeri negara anggota BRICS juga menyerukan komunitas internasional agar terus mendukung bangsa Palestina dalam upayanya mencapai kemerdekaan dan kedaulatan.

"Para menteri mengakui Jalur Gaza sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki."

Terkait hal tersebut, para menlu BRICS menegaskan pentingnya "mempersatukan Tepi Barat dan Jalur Gaza di bawah Otoritas Palestina" serta menegaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk hak mewujudkan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Para menlu juga menyerukan agar komunitas internasional terus mendukung Otoritas Palestina yang tengah menjalankan reformasi untuk memenuhi aspirasi rakyat Palestina yang sah akan kemerdekaan dan kedaulatan negaranya.

Lebih lanjut, para menlu BRICS mendesak gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Jalur Gaza, serta penarikan penuh pasukan Zionis Israel dari wilayah tersebut.

"Para menteri mendesak semua pihak terlibat dengan niat baik dalam negosiasi lebih lanjut untuk mencapai gencatar senjata segera, permanen, dan tanpa syarat, serta penarikan penuh personel Israel dari Jalur Gaza dan semua bagian lain di Wilayah Palestina yang Dijajah," sebagaimana pernyataan yang sama.

Menlu BRICS juga menyerukan pembebasan segera semua sandera serta jaminan distribusi bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan dan tanpa halangan apa pun.

0 comments

    Leave a Reply