BPS Ungkap Impor Juni Melonjak, Minyak Mentah dan BBM Jadi Pendorong Utama

IVOOX.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$25,91 miliar, naik 34,27 persen dibandingkan Juni 2025. Peningkatan ini disebabkan oleh bertambahnya impor migas dan nonmigas.
Berdasarkan data BPS, impor migas pada Juni 2026 mencapai US$2.336,2 juta (105,15 persen) dan nonmigas 4.277,1 juta miliar dolar AS (25,05 persen). Peningkatan impor migas disebabkan oleh bertambahnya impor minyak mentah 1.133,4 juta dolar AS (194,56 persen) dan hasil minyak 1.202,8 juta dolar AS (73,37 persen).
“Nilai impor migas sebesar 4,56 miliar dolar AS atau meningkat 105,15% secara tahunan. Sedangkan untuk impor nonmigas sebesar 21,35 miliar dolar AS atau naik 25,05% secara tahunan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi BPS, Ateng Hartono, saat dikutip dari siaran pers di kanal YouTube BPS, Senin (3/8/2026).
Lebih lanjut ia merinci akumulasi nilai impor Indonesia pada Januari–Juni 2026 mencapai 137,24 miliar dolar AS, naik 18,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 15,50 persen menjadi 115,23 miliar dolar AS.
Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Januari–Juni 2026, golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami peningkatan tertinggi senilai 2,98 miliar dolar AS (17,43 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara kendaraan dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai 0,32 miliar dolar AS (6,00 persen).
Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2026 adalah Tiongkok 48,82 miliar dolar AS (42,37 persen), Jepang 6,41 miliar dolar AS (5,56 persen), dan Australia 5,71 miliar dolar AS (4,96 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 16,90 miliar dolar AS (14,67 persen) dan Uni Eropa 7,39 miliar dolar AS (6,41 persen).
"Neraca perdagangan Indonesia Januari–Juni 2026 mengalami surplus 3,58 miliar dolar AS yang berasal dari surplus sektor nonmigas 19,35 miliar dolar AS, sementara sektor migas defisit 15,77 miliar dolar AS," katanya.


0 comments