BPS Catat Nilai Ekspor Juni 2026 Mencapai 25,46 Miliar Dolar AS | IVoox Indonesia

August 4, 2026

BPS Catat Nilai Ekspor Juni 2026 Mencapai 25,46 Miliar Dolar AS

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono
Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers, Senin (3/8/2026). IVOOX.ID/Youtube dikutip dari kanal BPS

IVOOX.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai 25,46 miliar dolar AS. Jumlah tersebut naik 8,84 persen jika dibandingkan dengan kinerja ekspor pada Juni 2025. Ekspor nonmigas Juni 2026 mencapai 24,39 miliar dolar AS atau naik 9,46 persen dibanding Juni 2025. 

“Kenaikan nilai ekspor Juni 2026 secara tahunan terutama didorong oleh ekspor nonmigas pada beberapa komoditas yaitu bahan bakar mineral nilainya naik 49,67%. Demikian juga volumenya naik 15,34%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers dikutip dari kanal YouTube BPS, Senin (3/8/2026).

Ateng mengatakan, secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Juni 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS atau naik 4,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Jumlah itu sejalan dengan total nilai ekspor nonmigas pada periode tersebut yang mencapai 134,58 miliar dolar AS naik 4,90 persen.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari–Juni 2026, yang mengalami peningkatan terbesar adalah nikel dan barang daripadanya sebesar 2,51 miliar dolar AS (62,27 persen). Sementara komoditas dengan penurunan tertinggi adalah logam mulia dan perhiasan/permata yang turun sebesar 1,66 miliar dolar AS (31,25 persen).

Ekspor nonmigas Januari–Juni 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu 34,56 miliar dolar AS, disusul Amerika Serikat 15,82 miliar dolar AS, dan India 9,25 miliar dolar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,31 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar 26,74 miliar dolar AS dan 9,50 miliar dolar AS.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juni 2026 naik 7,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 22,55 persen, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 5,12 persen.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2026 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai 19,60 miliar dolar AS (13,92 persen), diikuti Sulawesi Tengah 12,70 miliar dolar AS (9,02 persen) dan Jawa Timur 12,08 miliar dolar AS (8,58 persen). 

0 comments

    Leave a Reply