BPBD Tangerang Waspadai Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal, PMI Bantu Oksigen | IVoox Indonesia

June 24, 2026

BPBD Tangerang Waspadai Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal, PMI Bantu Oksigen

Petugas melakukan upaya pemadaman kebakaran di pabrik sandal di Kota Tangerang
Petugas melakukan upaya pemadaman kebakaran di pabrik sandal di Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/6/2026) malam. ANTARA/HO-BPBD Kota Tangerang

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten mengantisipasi potensi dampak paparan asap akibat kebakaran pabrik sandal di Jalan KH Agus Salim Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, yang sudah berlangsung sejak Minggu. 21 Juni 2026, malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan koordinasi lintas instansi dilakukan sejak proses pemadaman berlangsung guna memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini selain fokus pada proses pemadaman, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan unsur kewilayahan untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan agar warga yang terdampak dapat segera mendapatkan penanganan apabila mengalami gangguan kesehatan," kata Mahdiar di Tangerang, Senin (22/6/2026), dikutip dari Antara.

Kebakaran dilaporkan terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026, sekitar pukul 22.31 WIB melanda PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) yang memproduksi alas kali seperti sandal rumahan.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan dari anggota Pos Belendung dan langsung mengerahkan personel menuju lokasi. Sebanyak 95 personel Damkar Kota Tangerang diterjunkan bersama unsur koramil, Dinas Kesehatan, serta relawan untuk menangani kebakaran yang menghanguskan area pabrik seluas kurang lebih 1.000 meter persegi.

Dalam upaya penanganan, BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang mengerahkan 19 mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan koramil, serta satu ambulans dari Dinas Kesehatan. Hingga Senin dini hari, proses pemadaman masih terus berlangsung untuk memastikan api dapat dikendalikan sepenuhnya.

Selain melakukan pendinginan dan pemadaman, petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah pasokan air melalui armada tangki.

Selain itu, pemantauan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi terus dilakukan guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat asap kebakaran.

Pihaknya juga memastikan tidak terjadi perluasan rambatan api ke bangunan maupun kawasan di sekitar lokasi.

Ia menyebut keselamatan warga menjadi prioritas utama selama proses penanganan.

"Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum dilaporkan adanya korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut," kata dia.

Sementara, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Banten menerjunkan lima personel untuk memberikan bantuan oksigen kepada petugas yang melakukan pemadaman kebakaran di pabrik sandal.

"Kita berikan bantuan oksigen kepada petugas yang bertugas memadamkan kebakaran sejak malam hingga kini," kata Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah di Tangerang Senin (22/6/2026), dikutip dari Antara.

Selain itu, menyiagakan satu ambulans jika ada penanganan darurat. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam memastikan tak ada korban jiwa. Selain kepada petugas, PMI kecamatan juga dikerahkan untuk memantau kondisi warga sekitar dampak dari asap kebakaran pabrik sandal tersebut.

"Untuk yang petugas kecamatan memantau kondisi warga dan siapkan bantuan jika diperlukan," ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply