BPBD DKI Minta Warga Penjaringan-Muara Angke Siaga Banjir Rob | IVoox Indonesia

BPBD DKI Minta Warga Penjaringan-Muara Angke Siaga Banjir Rob

Kondisi tanggul Muara Baru Penjaringan
Kondisi tanggul Muara Baru Penjaringan yang menahan air laut naik ke daratan saat pasang naik terjadi di Jakarta Jumat (5/12/2025). ANTARA/HO-Pemkot Jakut

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memprakirakan potensi banjir pesisir atau rob pada 21-26 Agustus 2026 di kawasan pesisir Ibu Kota. Masyarakat diminta untuk waspada terutama di wilayah yang menjadi perhatian antara lain Penjaringan, Pluit, Muara Angke dan kawasan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat meminta masyarakat di wilayah pesisir untuk waspada terutama ketika memasuki waktu pasang maksimum. Menurutnya potensi banjir rob ini berkaitan dengan kondisi pasang maksimum air laut yang dipengaruhi fenomena astronomi.

"Untuk warga yang tinggal di wilayah pesisir utara Jakarta, khususnya Penjaringan, Pluit, Muara Angke dan sekitarnya, kami mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob pada periode 21 sampai 26 Agustus 2026," ujar Marulitua, saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Marulitua mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG potensi banjir rob pada saat pasang maksimum air laut di periode tersebut bertepatan dengan fase Bulan Baru dan perigee. Hal ini kata ia mengakibatkan ketinggian air meningkat di sejumlah kawasan.

"BPBD DKI Jakarta telah menyampaikan peringatan dini melalui berbagai kanal informasi dan mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk memantau kondisi lingkungan, terutama pada waktu-waktu pasang maksimum," kata Marulitua.

Untuk melakukan antisipasi, ia meminta masyarakat untuk mengamankan barang-barang penting dan kendaraan serta memastikan saluran maupun akses air di sekitar tempat tinggal tidak mengalami penyumbatan.

"Untuk wilayah seperti Penjaringan dan Muara Angke, kami bersama jajaran wilayah dan perangkat terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasang air laut dan dampaknya di lapangan," kata Marulitua.

"Yang paling penting, kami mengimbau warga untuk tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG," ucap Marulitua.

Selanjutnya, kata Marulitua, masyarakat dapat memantau perkembangan kondisi gelombang dan pasang air laut melalui kanal resmi BPBD DKI Jakarta. Sementara dalam kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan, warga dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112.

0 comments

    Leave a Reply