BPBD Aceh Barat Larang Warga Berenang di Pantai Kota Meulaboh | IVoox Indonesia

April 19, 2026

BPBD Aceh Barat Larang Warga Berenang di Pantai Kota Meulaboh

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah. (ANTARA/HO-Pribadi)

IVOOX.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melarang masyarakat agar tidak berenang di sepanjang kawasan pantai Kota Meulaboh, menyusul dua insiden warga tenggelam yang terjadi dalam waktu berdekatan di wilayah tersebut pada akhir Maret dan 13 April 2026.

“Kami melihat masyarakat sebenarnya sudah mulai patuh. Namun terkadang masih ada yang berkeinginan melakukan aktivitas di pinggir pantai. Ini sangat berbahaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah di Meulaboh, Sabtu (18/4/2026), dikutip dari Antara.

Meski masyarakat tidak berniat mandi dan hanya beraktivitas di pinggir pantai, lanjutnya, gelombang tinggi bisa tiba-tiba menarik warga ke laut, sehingga dikhawatirkan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan.

Teuku Ronald mengatakan sejak awal pihaknya telah menetapkan kawasan pantai di Kota Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, sebagai zona tidak layak untuk aktivitas pemandian.

Karakteristik gelombang yang tinggi serta arus yang kuat menjadi faktor risiko utama bagi keselamatan warga. Selain faktor gelombang, kata dia, pertemuan arus di area muara sungai juga disebut sebagai penyebab utama kuatnya tarikan arus di pantai tersebut.

“Secara historis kawasan ini memang dikenal sebagai titik rawan yang telah memakan banyak korban jiwa sejak lama dan setiap tahun selalu memakan korban,” ujarnya.

Kejadian terbaru pada Senin, 13 April 2026, lalu, seorang warga Meulaboh meninggal dunia di kawasan Pantai Wisata Suak Ribee Meulaboh. BPBD melakukan sejumlah langkah preventif, antara lain melakukan pemasangan papan imbauan dan menambah dan memperbarui rambu-rambu larangan mandi di titik-titik strategis agar lebih terlihat oleh masyarakat.

Kemudian melakukan pemantauan lebih berkala guna mengingatkan warga yang masih nekat beraktivitas di zona bahaya, serta melakukan patroli rutin termasuk pada hari-hari besar saat kunjungan wisatawan meningkat.

Namun mengingat kejadian terbaru terjadi di hari biasa, pihaknya akan mengevaluasi pola pengawasan agar tetap efektif meski di luar masa liburan.

BPBD Aceh Barat berharap masyarakat dapat lebih sadar dan disiplin dalam mematuhi larangan yang ada demi menghindari terulangnya tragedi serupa pada masa mendatang.

0 comments

    Leave a Reply