BP Tapera: Realisasi FLPP Capai 263.017 Unit Rumah | IVoox Indonesia

4 Maret 2026

BP Tapera: Realisasi FLPP Capai 263.017 Unit Rumah

antarafoto-presiden-hadiri-akad-massal-50030-rumah-subsidi-1766218354-1
Presiden Prabowo Subianto (keenam kiri) didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (keempat kanan) berfoto bersama warga penerima KPR FLPP pada acara akad massal Rumah Subsidi Menyala di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025). Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar akad massal program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 50.030 unit rumah subsidi yang menjadi akad massal terbesar dalam sejarah Indonesia sebagai upaya percepatan program perumahan nasional untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

IVOOX.id – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per 19 Desember 2025 tercatat berada di angka 263.017 unit.

“Data tersebut memperlihatkan bahwa KPR subsidi terbukti laris manis menjelang akhir tahun. Banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menyatakan minatnya untuk memperoleh KPR subsidi tersebut. Data tersebut sekaligus menunjukkan angka tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP sejak tahun 2010,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam Akad Massal 50.030 KPR FLPP di Serang, Banten pada Sabtu (20/12/2025), dikutip dari Antara.

Data penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk periode 19 Desember 2025 tercatat berada di angka 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun dari 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan dan didukung oleh 7.998 pengembang.

Rumah subsidi ini tersebar di 12.981 perumahan di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.

Tercatat dalam empat tahun terakhir penyaluran dana FLPP menjadi 109.253 unit di tahun 2020. Kemudian tahun 2021 meningkat penyaluran dana FLPP menjadi 178.728 unit, diikuti tahun berikutnya 226.000 unit dan tahun 2023 sebanyak 229.000 unit.

Penyaluran dana FLPP sempat mengalami penurunan tahun 2024 sebanyak 200.300 unit.

Tren ini menunjukkan menguatnya penyaluran pembiayaan perumahan bagi MBR, salah satunya karena percepatan kolaborasi lintas sektor dan kerja pemangku kepentingan ekosistem perumahan pada tahun 2025.

“Kami mengapresiasi dukungan ekosistem perumahan untuk penyaluran tertinggi sepanjang sejarah. Kami berharap pada tahun 2026 kinerja penyaluran dana FLPP akan semakin cemerlang,” kata Heru.

Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan wujud nyata keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo di sektor perumahan.

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah program subsidi pembiayaan perumahan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah dengan skema KPR bersubsidi.

Sedangkan KPP merupakan Kredit pembiayaan modal kerja dan/atau kredit pembiayaan investasi yang diberikan kepada usaha mikro, kecil dan menengah berupa individu perorangan atau badan usaha dalam rangka mendukung pencapaian program prioritas di bidang perumahan.

Prabowo Sebut Akad Masal 50 Ribu Rumah Subsidi Sebuah Prestasi

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pelaksanaan akad massal rumah subsidi sebanyak 50.030 unit yang berlangsung di Banten, Sabtu, merupakan prestasi luar biasa yang dipersembahkan untuk rakyat Indonesia.

Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan bangsa dilakukan dalam periode yang panjang.

Hal ini dimulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Joko Widodo (Jokowi), dan diteruskan hingga Presiden Prabowo. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki tekad yang sama, yakni mensejahterakan rakyatnya.

"Hari ini prestasi luar biasa, 50.030 akad massal rumah subsidi, dan ini program ini dimulai dari Presiden SBY, diteruskan oleh Pak Jokowi, saya teruskan, saya tingkatkan," kata Prabowo dalam siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu (20/12/2025), dikutip dari Antara. 

Namun, Presiden mengingatkan bahwa pengembang harus memperhatikan kualitas yang akan dibangun, agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mendapatkan rumah yang layak huni meski hanya rumah subsidi.

Prabowo mengatakan MBR adalah rakyat yang harus dibela dan diberdayakan. Program pembangunan 3 juta rumah ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Dengan pembangunan 3 juta, kata Prabowo, tidak hanya memberikan rumah bagi MBR, tetapi juga menghidupkan masyarakat di sekitar pembangunan seperti pekerja bangunan, pedagang, toko material dan lainnya.

Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah bertekad untuk menghilangkan kemiskinan, penyelundupan, dan korupsi agar rakyat Indonesia bisa memperoleh kesejahteraan.

"Kalau yang paling lemah ini berdaya, dia akan hidupkan seluruh ekonomi. Makanya saya bertekad, kita mampu menghilangkan kemiskinan. Kita mampu, saya sangat yakni. Tapi kita harus hentikan penyelundupan, hentikan korupsi," tegasnya.

Presiden Prabowo baru saja menghadiri akad massal 50.030 Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembayaran Perumahan (KPR FLPP) dan serah terima kunci tahun 2025 di Banten, Sabtu, 20 Desember 2025.

Penandatanganan akad massal secara serentak di 33 provinsi Indonesia ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

Akad massal yang berfokus di Banten tersebut berada di Perumahan Pondok Banten Indah, Serang. Perumahan ini berada di lahan seluas 20 ribu hektare dan berpotensi dikembangkan hingga 60 hektare.

Pada tahap awal, dibangun 1.600 unit rumah subsidi dan 150 unit rumah klaster. Rumah subsidi dibangun dengan luas tanah 60 meter dan luas bangunan 30 meter.

Kementerian PKP mencatat hingga 19 Desember 2025, penyaluran KPR FLPP mencapai 263.017 unit untuk rumah subsidi dengan nilai Rp32,67 triliun.

Penyaluran tersebut melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan dan 7.998 pengembangan. Rumah subsidi ini tersebar di 12.981 kawasan perumahan di 33 provinsi dan 401 kota/kabupaten.

0 comments

    Leave a Reply