BNPB Targetkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara Kembali Aktif Awal Januari 2026 | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

BNPB Targetkan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Utara Kembali Aktif Awal Januari 2026

Alat berat melakukan pembersihan sisa bencana di Aceh Tamiang
Alat berat melakukan pembersihan sisa bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (23/12/2025). ANTARA/HO-Bakom RI

IVOOX.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara dapat kembali berjalan pada awal Januari 2026. Target tersebut disampaikan seiring penanganan bencana yang telah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan, dengan progres signifikan di sejumlah sektor vital, termasuk pendidikan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan percepatan pemulihan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Sinergi antara kementerian, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga relawan terus diperkuat untuk memastikan fasilitas publik dapat segera difungsikan kembali.

“Tim dari Kementerian PU, BNPB, TNI, Polri, relawan, BPBD semuanya bekerja bersama bahu-membahu akses jalan di Aceh Utara, fasilitas umum,” ujar Aam, sapaan Abdul Muhari, dalam konferensi pers virtual, Minggu (28/12/2025).

Menurut dia, upaya pemulihan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur jalan dan fasilitas umum, tetapi juga diarahkan untuk memastikan sekolah dan madrasah dapat digunakan kembali saat dimulainya semester genap. BNPB berharap proses pembelajaran dapat berlangsung normal pada pekan pertama Januari mendatang.

“Sekolah, madrasah yang kita harapkan nanti pada saat awal pembelajaran semester genap nanti di minggu pertama bulan Januari,” kata dia.

BNPB mencatat sejumlah fasilitas pendidikan yang sebelumnya terdampak lumpur dan genangan kini telah selesai dibersihkan dan siap digunakan. Pembersihan dilakukan secara intensif, termasuk di ruang kelas, halaman sekolah, serta sarana pendukung lainnya. Meski demikian, BNPB tetap menyiapkan langkah antisipasi bagi sekolah yang masih membutuhkan perbaikan lanjutan.

Salah satu solusi yang disiapkan adalah penyediaan tenda darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan meski proses rehabilitasi belum sepenuhnya rampung. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan potensi terganggunya hak pendidikan siswa di wilayah terdampak.

“Kita juga menyiapkan beberapa tenda darurat sehingga untuk sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan nanti, proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aam menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur dan pembersihan fasilitas publik terus dikerjakan tanpa henti. Ia mencontohkan kondisi di wilayah Langkahan, Aceh Utara, yang menjadi salah satu fokus penanganan BNPB dan tim gabungan.

“Hari ini kita melihat ke Aceh Utara ke Langkahan, ini ada pembukaan jalan, pembersihan Yayasan Darul Huda, ini juga dilakukan siang dan malam. Kemudian pembersihan akses jalan dan fasilitas umum,” kata dia.

0 comments

    Leave a Reply