BNPB: Seorang Pendaki Korban Letusan Gunung Dukono Ditemukan Meninggal Dunia | IVoox Indonesia

May 11, 2026

BNPB: Seorang Pendaki Korban Letusan Gunung Dukono Ditemukan Meninggal Dunia

operasi pencarian pendaki korban erupsi Gunung Dukono
Seorang anggota tim SAR gabungan berkomunikasi dengan rekannya dalam operasi pencarian pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area pencarian seluas sekitar 0,5 kilometer persegi di sekitar puncak Gunung Dukono. ANTARAFOTO/Andri Saputra/nym

IVOOX.id – Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan menemukan satu orang pendaki korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu, 9 Mei 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa korban berinisial E yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) tersebut ditemukan sekitar pukul 14.30 WIT.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, korban ditemukan di area sekitar 50 meter dari bibir kawah utama Gunung Dukono. Dalam hal ini, jasad korban awalnya tertutup material pasir vulkanik dan baru mulai terlihat setelah lokasi pencarian diguyur hujan deras yang menyapu sebagian material tersebut.

Menurut Abdul, saat ini jenazah korban berada di RSUD Tobel, setelah melewati proses evakuasi yang penuh kehati-hatian mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih fluktuatif dan tebalnya pasir vulkanik di lokasi kejadian.

Selain itu, tim di SAR juga telah mengidentifikasi dua titik timbunan material pasir yang diduga kuat sebagai lokasi keberadaan dua korban lainnya. Adapun kedua titik tersebut berada dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban pertama.

"Dua titik itu sudah ditandai menggunakan koordinat GPS," kata dia dalam keterangan, Sabtu (9/5/2026), dikutip dari Antara.

Ia menambahkan karena kondisi cuaca yang mulai gelap dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, tim memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dan menghentikan sementara pencarian demi keselamatan personel.

Sebagaimana hasil evaluasi operasi hari ini, tim SAR gabungan dijadwalkan akan melanjutkan penyisiran dan penggalian di dua titik koordinat yang telah ditandai tersebut, Minggu, 10 Mei 2026. Operasi ini dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Ternate dan Kepala BPBD Halmahera Utara.

BNPB kembali menegaskan agar masyarakat dan wisatawan mematuhi larangan pendakian dan tetap berada di luar radius bahaya yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat aktivitas vulkanik yang masih dinamis.

0 comments

    Leave a Reply