BNPB Segera Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa di Sigi Sulawesi Tengah

IVOOX.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memulai pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Kepala BNPB Suharyanto mengaku memberikan pilihan kepada korban bencana gempa bumi untuk tinggal di huntara atau memperoleh dana tunggu hunian yang diterima setiap bulan selama tiga bulan.
"Jadi kami tawarkan bagi yang tidak mau masuk huntara akan diberikan dana tunggu hunian satu kepala keluarga Rp600 ribu per bulan," katanya saat ditemui awak media di Nokilalaki, Sigi, Jumat (19/6/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengemukakan pemberian dana tunggu hunian itu merupakan hal yang juga diberlakukan saat terjadi bencana di daerah lain.
"Dana tunggu hunian ini diberikan sampai selesai rumah mereka yang rusak berat itu dibangun kembali," ucapnya
Ia menuturkan hingga saat ini sudah meminta pemerintah daerah setempat segera merampungkan data rumah rusak berat maupun sedang.
BNPB mengambil alih komando penanganan bencana gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
"Jadi Bupati Sigi sudah menetapkan status tanggap darurat artinya pemerintah pusat melalui BNPB mengambil alih komando dan akan memimpin serta membantu semaksimal mungkin," kata Suharyanto.
Ia menuturkan sebagian masyarakat terdampak di wilayah tersebut terkait masalah logistik dasar sudah terpenuhi.
"Tidak ada keluhan masalah logistik dasar, Alhamdulillah semuanya terpenuhi, artinya pemerintah daerah sudah bergerak cepat, tinggal pemerintah pusat ini mempertebal penanganan bencana di Kabupaten Sigi," sebutnya.
Menurut dia, permintaan masyarakat agar infrastruktur seperti rumah ibadah yakni masjid dan gereja bisa segera diperbaiki.
"Hasil dialog dengan masyarakat, tidak ada keluhan yang minta kebutuhan dasar. Justru mereka menanyakan kebutuhan sekunder seperti tempat ibadah, padahal itu kebutuhan sekunder sehingga kami segera bangun gereja sementara di Nokilalaki," kata dia.
Suharyanto menyebutkan pembangunan gereja sementara mulai dibangun Minggu, 21 Juni 2026, mendatang dengan bangunan semi permanen.
"Pembangunan rumah ibadah ini untuk gereja dan masjid dengan atapnya seng, dindingnya GRC, bawahnya semen serta ukurannya sesuai dengan kebutuhan di tempat ibadah," ujarnya.

Kepala BNPB Suharyanto didampingi Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae (kanan) saat ditemui awak media di Nokilalaki, Kabupaten Sigi usai kunjungan ke tenda pengungsian korban bencana gempa bumi, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Moh Salam
BPBD Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat hingga saat ini jumlah rumah rusak akibat bencana gempa bumi di daerah itu mencapai 2.319 unit.
"Jadi berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk rumah rusak sebanyak 2.319 unit terdiri dari rusak ringan 1.966 rumah, rusak sedang 219 unit dan rusak berat 134 unit," kata Kepala BPBD Sigi Henri Kusuma di Sigi, Jumat (19/6/2026), dikutip dari Antara.
Ia mengemukakan terjadi penambahan total korban dan terdampak 8.586 jiwa dengan 2.762 kepala keluarga pada bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi.
"Secara rinci korban luka berat 17 orang dan luka ringan 108 orang dengan tiga warga meninggal dunia," ucapnya.
Menurut dia, wilayah terdampak akibat bencana gempa bumi tersebut tersebar di 42 desa dengan sembilan kecamatan, yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan dan Gumbasa.
"Sebaran desa terdampak cukup parah itu di Desa Uneni, Tongoa, Kamarora A, Kamarora B dan Sintuwu," sebutnya.
Ia menuturkan terdapat berbagai fasilitas umum di Kabupaten Sigi yang rusak akibat gempa bumi seperti kantor pemerintahan, tempat ibadah yakni 16 masjid dan 63 gereja, 37 sekolah dan lima puskesmas.
"Data-data ini terus kami update setiap harinya dan dilaporkan kepada Pemkab Sigi," kata dia.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala dan Kota Palu, Sulteng, Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WIB.


0 comments