BMKG: Intensitas Hujan di Cisarua Masih Tinggi Sepekan ke depan

IVOOX.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung menyatakan potensi hujan di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, masih tergolong tinggi hingga sepekan ke depan dengan intensitas bervariasi dari ringan hingga lebat.
Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan pola cuaca di wilayah tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
“Masih sama seperti kemarin. Kita lihat juga bahwa sepekan ke depan potensinya masih sama. Hujan ringan hingga lebat masih berpotensi untuk wilayah Cisarua ini khususnya,” kata Teguh di Bandung, Jumat (30/1/2026), dikutip dari Antara.
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Sehingga penguatan-penguatan dari berbagai sektor harus tetap ditingkatkan. Kemudian masyarakat juga tetap harus waspada,” ujarnya.
Menurut Teguh, tingginya potensi hujan dipengaruhi posisi Jawa Barat yang saat ini berada pada periode puncak musim hujan, sehingga curah hujan cenderung lebih intens dibandingkan waktu lainnya.
“Kalau puncak musim hujan, ya pasti intensitasnya naik. Apalagi ini di titik puncaknya, tentunya intensitasnya semakin tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya telah mengerahkan dua unit pesawat dalam operasi modifikasi cuaca guna mengantisipasi curah hujan tinggi sekaligus mendukung proses pencarian korban di wilayah tersebut.
Suharyanto mengatakan dua pesawat yang ditempatkan di wilayah Bandung Barat dinilai cukup membantu proses pencarian karena dinilai mengurangi intensitas hujan di wilayah tersebut.
“Operasi modifikasi ini bukan menghentikan sama sekali, tapi mengurangi. Kita terus berusaha. Tadi rapat dengan BMKG, curah hujan diperkirakan sampai besok jam satu siang masih seperti ini,” kata Suharyanto, dikutip dari Antara.
Sudah 41 Korban Meninggal Teridentifikasi
Sebanyak 41 jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah teridentifikasi hingga Kamis (29/1/2026). Masih ada 25 korban yang belum ditemukan akibat longsor di lokasi tersebut.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pada hari keenam pencarian korban longsor, Kamis (29/1/2026) pukul 16.30 WIB, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua kantong jenazah. Dua kantong jenazah itu telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar untuk diidentifikasi sehingga akan semakin banyak korban yang teridentifikasi.
Operasi SAR, lanjut Ade, dilakukan secara terukur dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan stabilitas lereng. Apabila terjadi peningkatan curah hujan, maka operasi SAR dihentikan sementara demi keselamatan personil tim SAR gabungan.
Dikatakan Ade, cuaca di lokasi longsor tidak menentu pada Kamis (29/1/2026). Terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, jarak pandang terbatas dan peningkatan kejenuhan tanah yang berdampak pada tingginya potensi longsor.
"Kami mohon doa agar seluruh tim SAR diberi perlindungan dalam menjalani tugas kemanusiaan ini," ujar Ade dalam siaran pers yang diterima ivoox.id, Kamis (29/1/2026).
Untuk mendukung proses pencarian korban, tim SAR gabungan mendapat tambahan personil 14 orang dari Basarnas Lampung. Sejumlah relawan pun terus berdatangan untuk membantu pencarian korban. Tim SAR gabungan juga terbantu oleh ketersediaan 17 alat berat di lokasi longsor.
Proses pencarian korban longsor akan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1/2026). Dikatakan Ade, pihaknya bakal mengevaluasi proses pencarian korban yang telah dilakukan selama tujuh hari untuk menentukan langkah ke depan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menuturkan, pada hari keenam operasi SAR, terjadi perubahan fisik pada jenazah korban longsor yang ditemukan. Meski demikian, identifikasi jenazah masih bisa dilakukan melalui sidik jari maupun ciri-ciri khusus.


0 comments