Biaya Pembangunan MRT Fase 2A Lin Utara Selatan Capai Rp25,3 triliun

IVOOX.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) menyebutkan biaya pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan sebesar Rp25,3 triliun dan menggunakan dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.
"Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Kamis (13/8/2026), dikutip dari Antara.
Fase 2A Lin Utara Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada akhir 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada akhir 2029.
Perkembangan pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Per 25 Juli 2026, pembangunannya telah mencapai 62,68 persen dari target 61,92 persen.
"Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90 persen dari target 93,89 persen," ujar Rendy.
Di Stasiun Thamrin, tim konstruksi sudah memasuki tahap pekerjaan, di antaranya reinstatement area pejalan kaki di sekitar lokasi stasiun, pembangunan kembali halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), pekerjaan atap dan finishing entre 5, 7, dan 8.
Di Stasiun Monas, tim konstruksi terus menyelesaikan pekerjaan interior dan akses entre 2, reinstatement boks stasiun sisi utara, hingga tahap uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test.
Kemajuan signifikan juga terjadi pada paket kontrak CP202 yang mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, yang kini telah mencapai 68,00 persen.
Penyelesaian paket kontrak yang menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah itu pun terus dipercepat.
Per Juli 2026, mesin bor terowongan 1 telah menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar, sehingga terowongan arah utara dari Bundaran HI hingga Kota telah terhubung.
Pada paket kontrak CP203, perkembangannya telah mencapai 86,85 persen, dengan pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok, seperti instalasi pipa, kabel, plastering dan pengecatan serta pemasangan panel ACP dinding, serta pekerjaan arsitektural lainnya yang masih terus dilakukan.


0 comments