BI Catat Volume Transaksi Digital Juli Capai 5,50 miliar, Tumbuh 28,69 Persen | IVoox Indonesia

BI Catat Volume Transaksi Digital Juli Capai 5,50 miliar, Tumbuh 28,69 Persen

antarafoto-penggunaan-qris-antarnegara-di-china-1777558882-1
Warga Indonesia bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard saat berbelanja pada peluncuran QRIS antarnegara di Beijing, China, Kamis (30/4/2026). BI memperluas penggunaan QRIS antarnegara ke China mulai Kamis (30/4) sehingga memungkinkan transaksi inbound dan outbound antara masyarakat Indonesia dengan China melalui pemindaian kode QR. ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia

IVOOX.id – Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi atau tumbuh 28,69 persen (yoy) pada Juli 2026. Pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.

"Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat," katanya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dikutip dari kanal YouTube BI, Rabu (19/8/2026)

Destry menyampaikan volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh 9,39 persen (yoy) dan 24,25 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 82,42 persen (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 546 juta transaksi atau tumbuh 31,62 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.355 triliun. Sementara itu, volume transaksi nilai besar melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,99 juta transaksi atau tumbuh 3,12 persen (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 1,54 persen (yoy) mencapai Rp20.097 triliun.

Lebih lanjut ia menyampaikan dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,10 persen (yoy) menjadi Rp1.314 triliun.

"Selain itu, Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T)," katanya.

0 comments

    Leave a Reply