BGN Ungkap Penyebab Gangguan Pencernaan Siswa SMAN 2 Kudus dari Kontaminasi E-Coli | IVoox Indonesia

February 8, 2026

BGN Ungkap Penyebab Gangguan Pencernaan Siswa SMAN 2 Kudus dari Kontaminasi E-Coli

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan hasil investigasi terkait kasus gangguan pencernaan yang dialami ratusan siswa SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, penyebab utama insiden tersebut adalah kontaminasi bakteri Escherichia coli atau E-Coli pada makanan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Nanik menjelaskan, temuan tersebut diperoleh dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Pemeriksaan difokuskan pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa saat kejadian. “Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal. Temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar Nanik di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Selain pemeriksaan laboratorium, BGN juga melakukan penelusuran terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan. Dari hasil investigasi lanjutan, diketahui bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang bertanggung jawab atas penyediaan menu MBG tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan. Beberapa aspek penting, seperti sanitasi dapur, higiene pengolahan pangan, serta penerapan prosedur kebersihan, dinilai masih di bawah ketentuan yang telah ditetapkan.

BGN memandang kejadian ini sebagai peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG. Menurut Nanik, kasus di SMAN 2 Kudus tidak hanya menjadi evaluasi bagi penyelenggara program di wilayah tersebut, tetapi juga bagi seluruh mitra penyedia makanan MBG di daerah lain.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh penyelenggara MBG di daerah lain. Standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan peserta didik. Oleh karena itu, aspek keamanan pangan menjadi hal yang mutlak dan tidak boleh diabaikan dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan.

Sebagai tindak lanjut dari kasus ini, BGN berkomitmen memperkuat sistem pengawasan terhadap dapur-dapur penyedia MBG. Langkah yang akan dilakukan meliputi peningkatan pendampingan teknis, pengetatan pengawasan lapangan, serta penegakan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten. Selain itu, mitra penyedia makanan juga akan diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan sanitasi dan higiene sesuai regulasi.

“Kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai tujuan, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. Evaluasi dan perbaikan akan terus kami lakukan,” kata Nanik.

0 comments

    Leave a Reply