BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur, Operasional SPPG Disetop | IVoox Indonesia

April 7, 2026

BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur, Operasional SPPG Disetop

antarafoto-bgn-tanggung-biaya-korban-dugaan-keracunan-mbg-1775315864-1
Seorang siswa menjalani perawatan karena diduga keracunan makanan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) akan menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperketat pengawasan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah kejadian serupa. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional menyampaikan permohonan maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Lembaga tersebut juga memastikan akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan korban.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang terdampak. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ucap Nanik dala keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Minggu (5/4/2026)

Sebagai langkah penanganan, BGN langsung menghentikan operasional dapur SPPG terkait. “Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” katanya.

Insiden ini bermula pada Jumat, 3 April 2026, setelah sehari sebelumnya pihak SPPG menerima laporan dari guru mengenai puluhan siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan dari program MBG. Tercatat sebanyak 36 siswa awalnya mengalami keluhan, dan jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 60 orang terdampak.

Menu yang disajikan saat kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.

BGN menyebut dugaan sementara penyebab insiden berkaitan dengan makanan yang tidak lagi dalam kondisi segar saat dikonsumsi. Jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan distribusi dinilai berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

Ke depan, BGN memastikan akan memperketat pengawasan dan evaluasi operasional guna mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus menjamin standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG tetap terjaga.

0 comments

    Leave a Reply