BGN Tangguhkan 883 SPPG dan Sanksi Ratusan Pegawai, Kepala BGN Sudaryono: Zero Tolerance Pelanggaran MBG | IVoox Indonesia

July 28, 2026

BGN Tangguhkan 883 SPPG dan Sanksi Ratusan Pegawai, Kepala BGN Sudaryono: Zero Tolerance Pelanggaran MBG

Kepala BGN, Sudaryono
Kepala BGN, Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang melakukan pelanggaran serta menangguhkan operasional ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan menyeluruh yang dipimpin Kepala BGN, Sudaryono.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026, Sudaryono menegaskan BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap setiap bentuk pelanggaran, baik yang dilakukan oleh pegawai internal maupun pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program MBG.

"Hari ini kami mengumumkan langkah-langkah pembenahan yang telah kami lakukan. Kami menangguhkan 261 pegawai non-ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin, memproses sembilan kasus pelanggaran berat yang melibatkan ASN dan PPPK, serta memberikan sanksi administratif terhadap 39 kasus pelanggaran ringan," ujar Sudaryono.

Selain penindakan terhadap sumber daya manusia, BGN juga menghentikan sementara operasional 883 SPPG yang dinilai belum memenuhi standar operasional. Rinciannya, sebanyak 98 SPPG berada di Wilayah I (Sumatra), 311 SPPG di Wilayah II (Jawa dan Madura), serta 474 SPPG di Wilayah III.

Menurut Sudaryono, keputusan tersebut diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran, mulai dari tidak terpenuhinya standar kebersihan dan sanitasi, kualitas makanan yang tidak sesuai ketentuan, hingga belum memadainya fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

"SPPG yang ditangguhkan benar-benar dihentikan operasionalnya sampai memenuhi standar yang telah ditetapkan. Berbeda dengan sebelumnya, dapur yang ditangguhkan tidak lagi menerima pembayaran. Ini adalah bentuk ketegasan kami dalam menjaga kualitas Program MBG," katanya.

Meski demikian, Sudaryono memastikan penghentian sementara operasional ratusan SPPG tersebut tidak akan mengganggu pelayanan kepada penerima manfaat. BGN telah menyiapkan mekanisme redistribusi layanan ke SPPG lain sehingga peserta didik tetap memperoleh makanan bergizi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan langkah pembenahan ini justru bertujuan melindungi ribuan mitra dan petugas SPPG yang selama ini bekerja sesuai aturan dan menjaga kualitas layanan.

"Kami tidak ingin pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir oknum merusak kepercayaan masyarakat terhadap ribuan mitra dan petugas yang selama ini bekerja secara jujur dan profesional. Yang bekerja baik akan kami apresiasi, sedangkan yang melanggar akan kami tindak tegas sesuai aturan," katanya.

0 comments

    Leave a Reply