BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Kepala Sekolah dan Guru Bisa Nilai Layanan SPPG | IVoox Indonesia

BGN Siapkan Aplikasi Rating MBG, Kepala Sekolah dan Guru Bisa Nilai Layanan SPPG

Petugas menyiapkan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Petugas menyiapkan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banda Aceh saat kunjungan kerja Komisi IX DPR di Aceh, Kamis (23/7/2026). Kunjungan kerja Komisi IX DPR pada masa reses tersebut dilakukan untuk meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG, memastikan kesiapan layanan, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi. ANTARAFOTO/Akramul Muslim/nz

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan aplikasi rating Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui aplikasi tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian secara langsung terhadap layanan SPPG yang mendistribusikan makanan bergizi ke satuan pendidikan masing-masing.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, keterlibatan sekolah diperlukan untuk membangun sistem pengawasan yang lebih responsif. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan pelaksanaan MBG dan dapat melihat kondisi layanan di lapangan.

“Melalui aplikasi rating MBG, kami ingin memastikan suara dari sekolah dapat tersampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses evaluasi layanan. Kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian sekaligus mencantumkan catatan apabila terdapat layanan yang belum sesuai. Masukan tersebut menjadi bahan bagi BGN untuk melihat bagian mana yang perlu segera diperbaiki,” ujar Tysa dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Jumat (25/9/2026).

Dalam aplikasi tersebut, sekolah nantinya dapat memberikan penilaian dengan skala bintang 1 hingga 5. Penilaian juga dapat dilengkapi dengan catatan mengenai aspek layanan yang dianggap perlu diperhatikan.

Sejumlah aspek yang dapat dinilai antara lain ketepatan waktu distribusi makanan, kelayakan menu, hingga kualitas makanan yang diterima peserta didik. Data tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kualitas pelayanan masing-masing SPPG.

Selain memberikan rating, sekolah yang menemukan layanan belum sesuai juga tetap dapat menggunakan jalur pelaporan dan pemantauan yang telah disediakan. Jika persoalan belum mendapatkan perbaikan, laporan dapat disampaikan melalui kanal tersebut dengan memberikan tembusan kepada BGN.

Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi dari sekolah kepada pihak yang berwenang sehingga persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

BGN menyebut penguatan sistem umpan balik ini merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola MBG yang lebih transparan dan responsif. Sekolah tidak hanya ditempatkan sebagai penerima layanan, tetapi juga dilibatkan dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan program.

Pengawasan MBG pun didorong dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Masukan dari sekolah menjadi salah satu komponen dalam ekosistem pengawasan untuk memastikan layanan SPPG berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik.

Melalui pemanfaatan sistem digital, BGN berupaya membangun pengawasan yang tidak hanya mengandalkan aspek administratif, tetapi juga menangkap kondisi layanan secara langsung dari lapangan.

0 comments

    Leave a Reply