BGN Sebut Balita dan Ibu Hamil Prioritas Program Makan Bergizi Gratis, Baru Peserta Didik | IVoox Indonesia

February 16, 2026

BGN Sebut Balita dan Ibu Hamil Prioritas Program Makan Bergizi Gratis, Baru Peserta Didik

WhatsApp ImaWakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya age 2026-02-15 at 17 30 24
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya dalam Rapat Konsolidasi bersama Kasatpel, Mitra, dan Yayasan di Lampung yang digelar Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Sabtu (14/2/2026). IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memprioritaskan kelompok rentan, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui atau kelompok 3B, sebelum menyasar peserta didik. Penegasan ini disampaikan menyusul masih adanya perbedaan pemahaman di lapangan terkait sasaran awal program.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan, pada tahap awal pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdapat mitra yang langsung menjalin kerja sama dengan sekolah. Padahal, menurutnya, dapur SPPG yang baru dibangun seharusnya lebih dulu memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan.

“Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan,” kata Sony dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, MBG memiliki keunggulan dibandingkan praktik di banyak negara. “Lebih dari 77 negara telah melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah. Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” ujarnya.

Menurut Sony, Indonesia juga menghadirkan inovasi berupa pengantaran makanan bergizi ke rumah ibu hamil dan ibu menyusui dengan dukungan kader posyandu. Langkah ini didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, sehingga MBG diposisikan sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menambahkan, program ini turut mendorong perubahan pola pikir masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. “Mindset Indonesia berubah. Yang tadinya tidak memerhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,” ujar Sony.

0 comments

    Leave a Reply