BGN: Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 55,1 Juta Penerima, Lampaui Populasi Korea Selatan | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

BGN: Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 55,1 Juta Penerima, Lampaui Populasi Korea Selatan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. IVOOX.ID/doc BGN

IVOOX.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Capaian tersebut disebut melampaui jumlah penduduk Korea Selatan dan setara dengan dua kali populasi Australia, menunjukkan skala pelaksanaan program yang dinilai sangat besar.

Paparan itu disampaikan Dadan saat mempresentasikan capaian satu tahun pelaksanaan MBG melalui kanal YouTube resmi BGN, Kamis (8/1/2026). Ia menyebut angka penerima manfaat MBG telah melampaui populasi Korea Selatan yang berada di kisaran 51,5 juta jiwa.

“55,1 juta (penerima manfaat) sudah melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 juta, sehingga kita sudah bisa memberi makan satu negara sebesar Korea Selatan,” kata Dadan.

Selain Korea Selatan, Dadan juga membandingkan capaian MBG dengan jumlah penduduk Australia. Menurutnya, Australia memiliki populasi sekitar 27,2 juta jiwa, sehingga jumlah penerima manfaat MBG setara dengan dua kali jumlah penduduk negara tersebut.

“Namun kalau Australia itu dua kali Australia, 27,2 juta, persis itu,” ujarnya.

Dadan menilai, capaian tersebut menunjukkan kapasitas besar Indonesia dalam menjalankan program pemenuhan gizi berskala nasional. Ia menyebut, secara tidak langsung MBG telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan program yang dampaknya setara dengan pemenuhan kebutuhan gizi di negara-negara dengan jumlah penduduk besar.

“Artinya, secara tidak langsung kita sudah mampu ‘memberi makan’ satu negara sebesar Korea Selatan, bahkan dua kali negara Australia,” katanya.

Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut peran kepala satuan pemenuhan gizi, ahli gizi, akuntan, hingga relawan di lapangan menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memberikan perhatian cukup besar terhadap program MBG termasuk yang selalu memberikan komentar, kritik, saran dan lain-lain membuat BGN berkembang ke arah yang lebih positif,” ujar Dadan.

Ke depan, BGN menargetkan adanya perbaikan dan penguatan berkelanjutan dalam pelaksanaan MBG. Dadan berharap program ini dapat berjalan lebih optimal pada tahun berikutnya, baik dari sisi kualitas layanan maupun tata kelola pelaksanaan di lapangan.

“Saya berharap MBG akan jauh lebih baik di tahun 2026 dibandingkan tahun 2025,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply