BGN Bidik 82,9 Juta Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis pada 2026 | IVoox Indonesia

5 Maret 2026

BGN Bidik 82,9 Juta Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis pada 2026

antarafoto-sppg-polres-batang-berencana-angkat-menu-makanan-khas-daerah-17620029
Ahli gizi mengecek suhu makanan menggunakan termometer masak digital saat pemorsian contoh menu makan bergizi gratis (MBG) pada makanan khas nasi megono di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (1/11/2025). Polres Batang bersama Badan Gizi Nasional mempersiapkan SPPG itu yang rencana akan diresmikan oleh Presiden secara serentak dengan polres dari seluruh Indonesia pada 6 November mendatang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang nantinya akan melayani sebanyak 13 sekolah dengan 2.882 penerima manfaat di Kabupaten Batang dengan menerapkan standar gizi makanan yang telah ditentukan yang mengangkat menu makanan khas daerah. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 82,9 juta orang pada 2026. Target ambisius tersebut dikejar seiring dengan komitmen BGN untuk terus melakukan pembenahan, setelah satu tahun pelaksanaan program dinilai memberikan dampak positif meski masih menyisakan sejumlah kekurangan.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, sepanjang 2026 pihaknya akan fokus mengejar target penerima sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan. “Di tahun 2026 ini kita akan terus kejar target 82,9 juta, sambil terus memperbaiki diri,” kata Dadan, Kamis (8/1/2026).

Salah satu langkah yang akan ditempuh BGN adalah melakukan sertifikasi dan akreditasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Dadan, proses ini penting untuk mengelompokkan layanan berdasarkan kualitas, sehingga standar pelayanan, termasuk aspek keamanan pangan, dapat terus ditingkatkan.

“Kami kejar target agar seluruhnya unggul, sehingga makanan yang dihasilkan tidak hanya membuat anak tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria, tetapi juga aman dikonsumsi,” katanya.

Dadan mengungkapkan, sejak pertama kali dijalankan pada awal 2025, program MBG telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat. Capaian tersebut dinilainya sangat besar, bahkan setara dengan jumlah penduduk di beberapa negara maju. Ia membandingkan, jumlah tersebut telah melampaui populasi Korea Selatan dan setara dengan dua kali jumlah penduduk Australia.

“Di akhir tahun dan awal Januari karena 55,1 juta itu sudah melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 (juta), sehingga kita sudah bisa memberikan satu negara sebesar Korea Selatan. Dan kalau Australia itu dua kali Australia ya, 27 juta kali dua, persis,” ujarnya.

Dalam paparannya, Dadan juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG ditopang oleh keberadaan SPPG yang mulai dibentuk sejak 6 Januari 2025. Pada tahap awal pelaksanaan, jumlah SPPG masih relatif terbatas, yakni sebanyak 190 unit.

Namun, dalam kurun waktu satu tahun, jumlah tersebut meningkat secara signifikan. Hingga awal Januari 2026, tercatat sebanyak 19.188 SPPG telah beroperasi dan tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Pertumbuhan pesat ini menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan perluasan jangkauan penerima manfaat MBG.

Lebih lanjut, Dadan menekankan bahwa keberhasilan pengembangan program MBG tidak lepas dari peran serta masyarakat dan para mitra. Ia mengungkapkan bahwa seluruh pembangunan SPPG yang saat ini telah beroperasi dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat, tanpa menggunakan anggaran pemerintah untuk pembangunan fisik.

“Program ini tumbuh dengan cepat karena kontribusi masyarakat yang luar biasa, harus Anda ketahui bahwa 19.188 SPPG yang sekarang sudah operasional, pembangunannya 100 persen dibiayai oleh masyarakat. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada para mitra yang sudah luar biasa membantu program ini demikian cepat,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply