BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan karena Kritik Makan Bergizi Gratis | IVoox Indonesia

May 6, 2026

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan karena Kritik Makan Bergizi Gratis

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Batang
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Batang sedang menyajikan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang, belum lama ini. ANTARA/Kutnadi

IVOOX.id – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebut seorang siswa SDN 01 Banjaranyar dikeluarkan dari sekolah akibat kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koordinator Regional BGN Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan informasi tersebut tidak benar dan telah diselesaikan.

“Kejadian di SDN 01 Banjaranyar mengenai siswa yang dikeluarkan karena kritis terhadap MBG itu tidak benar. Hingga saat ini, tidak ada siswa yang dikeluarkan. Siswa tersebut masih berstatus peserta didik,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Rabu (6/5/2026).

Menurut Reza, polemik bermula dari kesalahpahaman orang tua terkait anggaran menu MBG, khususnya saat bulan puasa. Pihak sekolah kemudian memberikan edukasi untuk meluruskan persepsi mengenai biaya program.

Ia menjelaskan, orang tua sempat mengira harga paket MBG mencapai Rp15 ribu, padahal tarif yang berlaku adalah Rp8 ribu untuk porsi kecil dan Rp10 ribu untuk porsi besar. Setelah klarifikasi dilakukan, persoalan dinyatakan selesai di tingkat sekolah.

Namun, situasi berkembang di media sosial dengan narasi yang bergeser menjadi dugaan pemberhentian siswa dan perundungan. Berdasarkan kronologi, isu ini sebenarnya telah muncul sejak Januari 2026 dan kembali mencuat pada April.

Reza menambahkan, pihak sekolah bersama aparat setempat telah melakukan langkah penanganan, termasuk pemeriksaan di Polres Pemalang yang lebih menitikberatkan pada dugaan perundungan, bukan kritik terhadap MBG.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Banjaranyar, Sri Umbartiningsih, menyebut siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program MBG. “Siswa di sekolah kami sangat antusias adanya MBG. Ini dibuktikan dengan siswa yang menunggu ketika MBG dibagikan,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply