Bermain dengan Sembilan Pemain, Arema FC Kalah Lawan Bhayangkara Presisi Lampung FC

IVOOX.id – Sembilan pemain Arema Malang harus menelan kekalahan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-1 di Stadion PKOR Way Halim, Bandarlampung, Selasa, 10 Maret 2026.
Mengutip Antara, dua gol Bhayangkara dicetak oleh Privat Mbarga dan Muossa Sidibe pada babak kedua setelah dua pemain Arema, Pablo Oliviera dan Dalberto, diganjar kartu merah.
Arema mendominasi awal laga. Sejumlah peluang tercipta melalu Dalberto dan juga Joel Vinicius.
Tetapi baru pada menit 45+1 Arema memecahkan kebuntuan ketika Joel Vinicius mengonversi umpan sundulan Dalberto di dalam kota pinalti, menjadi gol.
Menjelang babak pertama berakhir, pada menit 45+8, Arema kehilangan Pablo Oliviera karena terkena kartu merah.
Bhayangkara yang mengawali babak kedua dengan surplus satu pemain, memanfaatkan betul kelebihan pemain.
Pada menit ke-51 mereka mendapatkan peluang emas namun sontekan Sadiki gagal membobol gawang Arema. Begitu pula dengan tendangan Ryo Matsumara yang mudah saja dimentahkan kiper Arema.
Tapi Arema masih bisa membuat peluang gol walau bermain dengan 10 orang ketika tendangan geledek Gustavo Franca pada menit ke-63 nyaris membobol gawang Awan Seto.
Pada menit ke-70, Arema kembali kehilangan satu pemain setelah wasit menghadiahkan kartu merah kepada Dalberto.
Makin unggul jumlah pemain Bhayangkara akhirnya mencetak gol balasan pada menit ke-74 yang dibuat Privat Mbarga setelah memanfaatkan sepak pojok.
Bhayangkara berbalik unggul 2-1 pada menit ke-86 ketika Moussa Sidibe sukses menendang tendangan penalti setelah Dendy Sulistyawan dijatuhkan di kotak penalti Arema.
Bhayangkara kini berada di posisi keenam dengan poin 41 dari 25 pertandingan, sedangkan Arema di posisi ke-11 dengan 31 poin.
Pelatih Arema Malang Marcos Santos menilai timnya kalah 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC karena kepemimpinan wasit yang keputusannya banyak merugikan pihaknya.
"Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga," kata dia setelah pertandingan di Bandarlampung, Selasa (10/3/2026), dikutip dari Antara.
Dia menilai Bhayangkara tim yang memiliki kualitas baik dengan para pemain yang juga mumpuni. Namun, keputusan wasit sejak awal hingga akhir pertandingan, membuat timnya berada dalam posisi yang tidak mudah.
“Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit," kata dia.
Menurut dia, keputusan kartu merah memang merupakan hak wasit. Namun, perbedaan keputusan diberikan kepada tim tuan rumah, di mana Bhayangkara tidak mendapatkan kartu sama sekali.
“Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit. Tentunya saya prihatin dengan sepakbola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi,” katanya.
Marcos Santos \memberikan apresiasi kepada para pemain Arema yang telah berjuang hingga peluit akhir pertandingan.
Terpisah, pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Paul Munster mengakui Arema Malang sulit ditaklukkan walau bermain di kandang lawan.
"Ini pertandingan yang sulit. Kami sudah tahu sejak awal bahwa Arima adalah tim yang kuat dan memiliki banyak pemain bagus, sehingga kami harus fokus seratus persen,” kata dia setelah pertandingan di Bandarlampung, Selasa (10/3/2026), dikutip dari Antara.
Bahkan dalam situasi 11 melawan sembilan pemain pun mereka tetap tidak mudah ditaklukkan, kata dia. "Jika kami tidak fokus, mereka bisa saja menciptakan peluang."
Munster mengakui permainan timnya pada babak pertama tidak sesuai harapan.
“Kondisi lapangan juga tidak terlalu bagus karena hujan,” ujarnya.
Namun begitu, ia mengapresiasi kerja keras para pemain setelah melakukan pembalikan dalam laga ketat melawan Arema itu.
"Memasuki babak kedua, kami melakukan evaluasi dan perubahan taktik bagaimana membangun permainan. Akhirnya kami bisa mencetak gol dan melakukan skor balik 2-1," kata dia.
Munster tak mempedulikan insiden dalam laga.
“Yang paling penting adalah tiga poin. Ini kemenangan kelima kami dan tentu saja hasil yang sangat bagus bagi tim,” ujarnya.


0 comments