Belajar Dari Kamboja Menghapus Campak Dan Rubella

IVOOX.id, Jakarta – Siapa sangka negara dengan julukan “Hell on Earth” yang sempat terpuruk akibat rezim Khmer Merah ini berhasil meniadakan kasus Campak dan Rubella di negaranya. Mari belajar dari Kamboja bagaimana sejak awal tahun 2000 an mereka mulai usahanya.

Sejak November 2011 tidak ada kasus Campak dan Rubella ditemukan di Kamboja. Bahakan ketika negara tetangga Kamboja, termasuk Indonesia masih bergulat pada penanganan kasus Campak dan Rubella, Kamboja menjadi negara dengan pendapatan rendah yang sudah mampu mengusir Campak dan Rubella dari negaranya.

Pada 2013, Kamboja menjadi negara berpenghasilan rendah pertama di Asia yang melindungi anak-anaknya dari Campak dan Sindrom Rubella kongenital! Mengapa Kamboja begitu sukses?

Vaksinasi

Program penghentasan Campak dan Rubella sudah dilakukan Kamboja sejak awal tahun 2000 an lewat   Vaksinasi.  Kamboja fokus dalam pelaksanaannya dan komitment sumber daya untuk melakukan kampanye vaksinasi campak dilakukan secara massal.

Hasilnya adalah penurunan dramatis dalam kasus campak. Sejak November 2013  nol kasus yang dikonfirmasi. Kemudian program imunisasi nasional mulai menyediakan vaksin campak dosis kedua untuk semua anak berusia 18 bulan pada bulan Mei 2012. Memiliki dua dosis vaksin yang mengandung campak memberikan kekebalan yang tinggi terhadap campak dan perlindungan ini berlangsung seumur hidup.

Kamboja menjadari wabah rubella, yang terjadi setiap beberapa tahun di Kamboja, dapat memiliki konsekuensi jangka panjang untuk bayi yang lahir dengan sindrom rubella kongenital (CRS) seperti kebutaan, tuli, penyakit jantung dan keterlambatan perkembangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa, sebelum pengenalan vaksin rubella, hingga 260 anak lahir dengan CRS setiap tahun di Kamboja, dengan jumlah kasus meningkat menjadi 1.400 selama wabah.

Data dan penelusuran

Untuk melacak campak dan rubella, selama beberapa tahun terakhir, staf imunisasi Kamboja mengintegrasikan pelacakan rubella mereka ke dalam sistem deteksi campak mereka. Sistem pelacakan ini cukup sensitif untuk mendokumentasikan hilangnya campak dan menunjukkan beban rubella yang berat.

Setelah Kamboja mulai melacak dan melaporkan kasus rubella dan sindrom rubella kongenital, program imunisasi mampu menunjukkan bahwa ada beban penyakit yang signifikan dan berhasil diterapkan. Kamboja juga melakukan subsidi terhadap pemberian vaksin.

Kampanye Masif

Kamboja juga melakukan kampanye vaksinasi massal nasional pada bulan November 2013 untuk melindungi campak dan rubella pada anak-anak dari 9 bulan hingga 15 tahun.

Otoritas kesehatan Kamboja terus memantau kampanye, yang bertujuan untuk melindungi lebih dari empat juta anak Kamboja melalui vaksinasi. Petugas kesehatan melakukan perjalanan ke sekolah-sekolah di seluruh negeri untuk memberikan vaksin kepada para siswa dan mendirikan situs vaksinasi tetap untuk menjangkau anak-anak di bawah usia lima tahun dan anak-anak yang tidak bersekolahs. Semua pihak ikut mengawasi kampanye dan memeriksa bahwa anak-anak telah terjangkau, terutama mereka yang tinggal di komunitas terpencil atau yang kurang terlayani di daerah pedesaan dan perkotaan.

Upaya advokasi dari Pemerintah Kamboja melibatkan mitra kesehatan, masyarakat sipil, tokoh masyarakat, staf pusat kesehatan dan sukarelawan kesehatan desa dikontrol dan disupport oleh Kementerian Kesehatan. Keterlibatan kelompok dari semua sektor sangat penting dalam mengidentifikasi dan memvaksinasi bayi dan anak-anak di komunitas berisiko yang berisiko lebih tinggi untuk tidak dijangkau oleh layanan imunisasi rutin.

Fokus menjadi kunci keberhasilan kamboja. Pemerintah kamboja telah berhasil  merangkul segenap unsur dan sumber daya untuk mebebaskan masyarakat kamboja dari Campak dan Rubella.