Basarnas Terjunkan 65 Penyelam Gabungan pada Operasi SAR Kapal Virgo Transport 8

IVOOX.id – Basarnas mengerahkan 65 penyelam gabungan untuk melanjutkan pencarian dan pertolongan (SAR) hari ke-14 terhadap 83 lagi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam di Laut Jawa.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan penyelam gabungan berasal dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan potensi SAR lainnya.
“Dari kemarin ada penambahan personel penyelam dari TNI Angkatan Laut sebanyak 19 orang. Jadi total penyelam yang sekarang ada itu mencapai 65 penyelam,” kata Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-13 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (25/9/2026) malam, dikutip dari Antara.
Ia menyebut 65 penyelam tersebut dibagi ke dalam beberapa sortie secara bergiliran untuk pencarian di dalam bangkai kapal gang tenggelam di dasar laut dengan metode yang hampir sama dari hari ini.
“Metodenya hampir sama. Kita akan melaksanakan penyelaman, menyisir daerah-daerah atau area-area bagian kapal yang memang aman untuk penyelam,” ujarnya.
Dia mengatakan penyelaman pada area yang berisiko tidak akan dilaksanakan karena membahayakan, terlebih penyelam tidak dapat memasuki seluruh ruangan kapal karena kondisi KM Virgo Transport 8 yang tenggelam masih miring.
“Tindakan pada area yang memiliki stabilitas rendah dapat berpengaruh terhadap kondisi kapal dan membahayakan penyelam yang melakukan pencarian di dalam bangkai kapal,” ujar Putu Sudayana.
Basarnas mendorong perusahaan pemilik KM Virgo Transport 8 mempercepat “salvage” atau pengangkatan badan kapal agar evakuasi korban lebih mudah dilakukan, karena kondisi kapal yang miring dan tidak stabil membatasi akses tim penyelam ke sejumlah bagian kapal.
Putu mengatakan, dari unsur personel, alat utama, dan fasilitas pendukung di darat tidak memiliki kendala dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hingga hari ke-13.
“Hanya faktor cuaca dan faktor kondisi kapal. Karena kapal posisinya miring, ada bagian-bagian yang tidak bisa dilalui oleh penyelam karena membahayakan, berisiko untuk keselamatan. Jadi percepatan operasi salvage ini akan sangat membantu tim SAR,” katanya.
Dia menjelaskan kondisi kapal menjadi kendala bagi penyelam karena terdapat bagian yang tidak dapat dimasuki, dan akan meningkatkan risiko terhadap keselamatan personel jika dipaksakan, sehingga setiap kegiatan pencarian terlebih dahulu melalui asesmen keselamatan.
Menurut dia, pengangkatan badan kapal dan pengembalian posisinya seperti semula akan membuat tim SAR lebih mudah menjangkau ruangan-ruangan kapal yang sebelumnya sulit ditelusuri akibat posisi badan kapal yang miring dan tidak stabil.
“Begitu itu dilaksanakan, tim SAR gabungan lebih mudah untuk proses evakuasi korban di dalam bangkai kapal, karena sudah diangkat, dibalikkan. Jadi, seperti kapal biasa, kita bisa mencari di semua ruangan kapal,” ujarnya.
Putu menegaskan Basarnas tidak melaksanakan proses salvage tersebut karena pekerjaan itu menjadi tanggung jawab perusahaan pemilik kapal dan pihak asuransi, sedangkan Basarnas hanya mendorong agar pengangkatan badan kapal segera dilakukan untuk mendukung proses evakuasi korban.
“Bukan kami yang melaksanakan. Tapi kami mendorong bila perlu dipercepat ya,” katanya.
Basarnas memastikan seluruh kegiatan pencarian oleh tim SAR gabungan baik melalui unsur laut, udara, darat, khususnya penyelam tetap dilaksanakan berdasarkan asesmen dengan mengutamakan keselamatan personel.
Hingga hari ke-13 operasi SAR, Jumat, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 160 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 52 orang meninggal dunia, sementara 83 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.


0 comments