Basarnas Sebut Total Temuan Korban Kecelakaan Pesawat ATR Ada dalam 10 Paket

IVOOX.id – Operasi SAR hari ketujuh pencarian korban pesawat ATR 42-500 menuai hasil setelah tim SAR gabungan menemukan tubuh korban diduga tidak utuh untuk dievakuasi dalam bentuk kantong paket, yakni paket sembilan dan 10 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Informasi terbaru, total temuan di lokasi operasi saat ini berjumlah 10 paket yang masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan,” ujar Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan di Makassar, Jumat (23/1/2026), dikutip dari Antara.
Hal tersebut berdasarkan laporan terkini dari tim SAR gabungan yang berada di lapangan dengan menyebut total temuan di area operasi saat ini telah mencapai 10 paket.
"Pukul 09.06 WITA paket sembilan telah ditemukan, dan pukul 09.10 WITA paket 10 juga telah ditemukan, dan kini dalam proses evakuasi," ujarnya.
Sedangkan untuk perkembangan evakuasi korban dalam bentuk kantong paket ke posko DVi Biddokkes Polda Sulsel untuk proses identifikasi, kata Sultan, sudah dua dua paket dibawa ke Pangkalan Lapangan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin.
"Update dari lapangan, dua paket hasil evakuasi telah tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, pagi tadi," ujarnya menambahkan.
Selain itu, ada penambahan personel dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari dan Basarnas Palu tiba malam tadi dan siap membantu proses evakuasi sisa korban pesawat ATR 42-500 register PK THT di Pegunungan Bulusaraung, Sulsel.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan memastikan operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dan terkoordinasi hingga seluruh temuan berhasil dievakuasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Tim DVI Identifikasi Korban
Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi korban keempat pesawat ATR 42-500 nomor registrasi PK-THT milik perusahaan penerbangan Indonesia Air Transport (AIT) yang mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, bernama Esther Aprilita.
"Telah menerima satu kantong jenazah dengan nomor PM.62B.04, teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis, cocok dengan nomor antimortem 002, nama Esther Aprilita Binarsit Sianipar, usia 26 tahun, jenis kelamin perempuan," ujar Kepala Biddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris saat konferensi pers di Posko DVI Biddokes Jalan Kumala Makassar, Jumat (23/1/2026), dikutip dari Antara.
Korban beralamat di Perum Bukit Ranca Maya Nomor 1 Blok E2, Desa Cihiran, Petedok, Kecamatan Carigin Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hingga hari ini, tiga korban berhasil diidentifikasi tim DVI usai dievakuasi tim SAR gabungan.
Tim DVI gabungan yang melaksanakan identifikasi, berasal dari Biddokkes Polda Sulsel, tim DVI Pusdokes Polri, tim Iden Polda Sulsel, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas.
"Tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total tiga korban dari 4 kantong jenazah yang diterima dari. Proses identifikasi terus kami lakukan secara profesional dan hati-hati sesuai prosedur," katanya.
Korban merupakan pramugari pesawat ATR maskapai penerbangan swasta AIT yang turut dalam kecelakaan itu dengan membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang.
Identifikasi dilakukan tim DVI gabungan, setelah menerima kantong jenazah dengan kondisi tubuh utuh di posko DVI Biddokes Polda Sulsel pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 23.42 Wita usai berhasil dievakuasi tim SAR gabungan keluar dari pegunungan setempat.
Selanjutnya, tim DVI langsung melaksanakan proses identifikasi terhadap korban dengan mengambil dan mencocokkan data post mortem dan antre mortem dengan pihak keluarga korban hingga dinyatakan ada kecocokan.
Sejauh ini, pihaknya telah mengidentifikasi tiga jenazah korban kecelakaan pesawat nahas itu, masing-masing Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, disusul Deden Maulana, ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Esther Aprilita Binarsit Sianipar, pramugari pesawat tersebut.
Sebanyak satu kantong berupa body part atau potongan tubuh korban masih dalam proses identifikasi usai diterima tim pada Kamis malam, sedangkan tujuh paket yang diterima Posko DVI hari ini, enam kantong jenazah dan satu kantong body part segera dilaksanakan identifikasi.


0 comments