Basarnas Perluas Pencairan Korban Kapal Virgo hingga 2.600 Mil Laut dari Koordinat Lokasi Kecelakaan

IVOOX.id – Basarnas melakukan pencarian 129 korban yang belum ditemukan dalam kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 hingga 2.600 mil laut dari titik koordinat 4°31’51.82” LS dan 114°02’06.88” BT dengan heading 203,94 derajat di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari kedua pencarian.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan area pencarian dioperasikan secara paralel dari posisi datum atau titik acuan lokasi kecelakaan, dengan pola pencarian yang disusun agar jalur operasi antarsektor tidak saling bersinggungan.
“Bahwa luas pencarian yang kita lakukan terhadap enam sektor ada 2.600 mil laut. Pencarian mulai dari posisi datum, kemudian sektor dan pola operasi yang sudah kita arahkan. Rata-rata semua sektor memang kita laksanakan operasi secara paralel,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026), dikutip dari Antara..
Dia menjelaskan pencarian hari kedua dilakukan dengan enam sektor setelah lokasi kecelakaan kapal diketahui secara jelas, sedangkan pada hari pertama operasi pencarian dilakukan melalui delapan sektor sehingga pola pencarian kini dapat dipersempit dan diarahkan berdasarkan titik lokasi kejadian.
Menurut Syafii, setiap sektor memiliki jalur pencarian yang berbeda dari titik awal hingga titik akhir sehingga seluruh unsur SAR laut dan udara dapat bergerak secara paralel tanpa saling bersinggungan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus atau gelombang menjauh dari lokasi kecelakaan.
“Jadi, dari titik start sampai finish tidak sampai bersinggungan antara sektor satu sampai sektor enam. Itu yang kita laksanakan dan hasil operasi kita akan arahkan maksimalkan untuk ke sini,” ucapnya.
Syafii mengatakan KM Virgo Transport 8 mengalami kondisi darurat akibat cuaca buruk sekitar pukul 00.00 Wita, kemudian kondisi tersebut dikomunikasikan dengan pihak pemilik, PT Virgo, sebelum informasi kedaruratan disampaikan untuk mendapatkan penanganan dan bantuan di sekitar lokasi kejadian.
Menurut dia, jarak lokasi kejadian dengan Kantor SAR membutuhkan waktu dalam proses pengerahan unsur menuju titik kedaruratan, namun Basarnas melalui Basarnas Command Center langsung menyebarkan informasi kepada seluruh pengguna alur laut di sekitar lokasi untuk meminta bantuan.
Basarnas berharap pola pencarian dengan enam sektor peta tersebut dapat meningkatkan jangkauan pencarian terhadap korban yang masih hilang, termasuk korban yang kemungkinan terbawa arus dan gelombang, sehingga dapat ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Mudah-mudahan hari ini kita masih bisa mendapatkan korban-korban yang masih dinyatakan hilang untuk bisa kita evakuasi dalam kondisi selamat,” ujar Syafii.
Hingga Senin, 14 September 2026, pukul 11.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 korban sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 28 korban lainnya masih proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2-26.


0 comments