Bappebti Umumkan Rating Pialang Berjangka Triwulan I-2026: Tujuh Perusahaan Peringkat Teratas

IVOOX.id – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan menetapkan hasil penilaian berkala (rating) terhadap seluruh pialang berjangka untuk periode triwulan I-2026 (Januari-Maret 2026).
Berdasarkan hasil penilaian berkala (rating) periode Januari-Maret 2026, sebanyak tujuh perusahaan mendapatkan peringkat teratas, yaitu PT Valbury Asia Futures, PT Finex Bisnis Solusi Futures, PT Argodana Futures, PT Dupoin Futures Indonesia, PT Century Investment Futures, PT CGS International Futures Indonesia D/H PT CGS-CIMB Futures Indonesia, dan PT Gensesis Gemilang Futures.
"Dengan meningkatnya kualitas dan kinerja Pialang Berjangka, masyarakat diharapkan makin percaya dan merasa terlindungi dalam bertransaksi di bidang perdagangan berjangka komoditi," kata Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Antara.
Tirta mengatakan penetapan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilaksanakan setiap triwulan dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh Pialang Berjangka untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja perusahaan.
Penilaian dilakukan berdasarkan hasil pengawasan Biro Pengawasan dan Penindakan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), Sistem Resi Gudang (SRG), dan Pasar Lelang Komoditas (PLK).
Sementara itu, Kepala Biro Pengawasan dan Penindakan PBK, SRG, dan PLK Matheus Hendro Purnomo menjelaskan, penilaian berkala Pialang Berjangka periode Januari-Maret 2026 telah dilakukan terhadap 67 perusahaan Pialang Berjangka yang aktif.
Saat ini telah dilakukan penyempurnaan mekanisme penilaian yang lebih adaptif, objektif, dan komprehensif dalam menggambarkan tingkat kepatuhan, kualitas pelaksanaan kegiatan usaha, serta penerapan tata Pialang Berjangka.
"Pemutakhiran ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kegiatan usaha, dinamika industri PBK, serta penguatan mekanisme pengawasan berbasis risiko (risk based supervision) dalam rangka mendorong terciptanya industri yang sehat, tertib, transparan, dan berintegritas," kata Hendro, dikutip dari Antara.
Adapun tiga indikator dalam penilaian berkala Pialang Berjangka, yaitu aspek kinerja Pialang Berjangka, nilai pengurang, dan nilai penambah.
Aspek kinerja Pialang Berjangka mencakup penilaian atas hasil pengawasan integritas keuangan Pialang Berjangka, pengawasan kepatuhan kegiatan Pialang Berjangka, pengawasan transaksi Pialang Berjangka, dan implementasi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) selama triwulan I tahun 2026.
Indikator kedua, yaitu aspek nilai pengurang yang meliputi nilai pengurang berdasarkan sanksi, jumlah pengaduan nasabah, ketidaksesuaian operasional harian dan hasil audit.
Sedangkan indikator ketiga, yaitu aspek nilai penambah diberikan berdasarkan total transaksi dalam satu triwulan dan perbandingannya terhadap rata-rata lot transaksi industri pada periode tersebut.


0 comments