Bapeten Amankan Material Radioaktif Cesium-137 di Kabupaten Serang Buntut Udang Ekspor Tercemar | IVoox Indonesia

August 30, 2025

Bapeten Amankan Material Radioaktif Cesium-137 di Kabupaten Serang Buntut Udang Ekspor Tercemar

Petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan polisi berjalan di lokasi radioaktif Cesium-137
Petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan polisi berjalan di lokasi ditemukannya paparan radioaktif Cesium-137 di salah satu tempat pengumpulan besi bekas di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (22/8/2025). Bapeten melakukan monitoring radiasi di area yang lebih luas saat menindaklanjuti informasi mengenai adanya kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) dalam produk udang beku yang diproses PT. BMS asal Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat dan menemukan adanya material logam yang terindikasi mengandung zat radioaktif Cs-137 di tempat pengumpulan besi bekas di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/foc.

IVOOX.id – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mengamankan material radioaktif berupa scrap metal (logam bekas) yang mengandung Cesium-137 setelah ditemukan di salah satu tempat pengumpulan besi bekas di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi Bapeten Zainal Arifin mengatakan Bapeten melakukan monitoring radiasi di area yang lebih luas saat menindaklanjuti informasi mengenai adanya kontaminasi Cesium-137 dalam produk udang beku yang diproses PT BMS asal Indonesia dan diekspor ke Amerika Serikat.

Bapeten menemukan adanya material logam yang terindikasi mengandung zat radioaktif Cesium-137 di tempat pengumpulan besi bekas di kawasan tersebut.

"Ditemukan adanya scrap metal yang mengandung radioaktif sudah teridentifikasi dan kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan hal tersebut," ujar Zainal dalam konferensi pers di Serang, Jumat (22/8/2025), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan Bapeten bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Polri berkolaborasi untuk memastikan penggunaan nuklir di Indonesia tetap aman dan selamat bagi masyarakat serta lingkungan.

Sementara itu, Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Bapeten Zulkarnain menjelaskan bahwa Cesium-137 adalah zat radioaktif buatan yang tidak mungkin ditemukan di alam dan biasa dimanfaatkan untuk keperluan industri, seperti alat ukur kepadatan dan aliran.

"Cesium-137 termasuk kategori radiasi pengion yang mampu memberikan dampak biologi pada kesehatan manusia. Dalam jangka panjang, tentu saja ini juga sangat berbahaya," kata Zulkarnain, dikutip dari Antara.

Menurut ia, material radioaktif tersebut ditemukan di lapak warga yang tidak menyadari bahaya Cesium-137. Warga mengambil barang bekas yang terlihat seperti pasir atau batu untuk kemudian digunakan sebagai pondasi bangunan.

"Tim lapangan sudah melakukan penyisiran area sampai radius 20 meter, mengambil sampel, dan melakukan pengukuran. Kami menemukan tambahan lokasi dengan paparan radiasi cukup tinggi," tambah Zulkarnain.

Bapeten telah memasang perimeter di lokasi temuan untuk mencegah warga mendekat dan akan segera mengeksekusi pemindahan material terkontaminasi ke tempat penyimpanan yang aman guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sementara itu, aparat kepolisian juga terus mendalami kasus itu untuk menemukan sumber utama dari material radioaktif tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menelusuri dugaan pencemaran bahan radioaktif Cesium-137 setelah adanya temuan otoritas Amerika Serikat bahwa udang beku yang diekspor Indonesia diduga terpapar radioaktif.

Dalam peninjauan ke wilayah Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 21 Agustus 2025, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penelusuran Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menemukan bahwa pabrik pengolahan udang beku tersebut berada di Cikande dengan bahan udang yang berasal dari Lampung.

"Menteri KKP sudah melakukan kunjungan ke situ dan diindikasi ada sumber-sumber Cesium-137 dari unsur radioaktif yang ditemukan di sana. Ini memang agak aneh, nanti kami akan telusuri sampai tuntas, soalnya ini berbahaya buat kita semua, kok tiba-tiba ada Cesium di pengolahan udang, kami sebentar lagi ke sana," kata Menteri Hanif, dikutip dari Antara, Kamis (21/5/2025).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) untuk mengevaluasi ekspor udang beku ke Amerika Serikat yang diduga terpapar bahan radioaktif Cesium-137.

“Kami sudah rapat koordinasi dengan KKP dan Bapeten. KKP dan Bapeten sedang melakukan inspeksi mengenai Cesium-137,” kata Budi Santoso ketika ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (20/8/2025), dikutip dari Antara.

Inspeksi tersebut bertujuan untuk membuktikan temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat ihwal kandungan Cesium-137 dalam udang beku yang diekspor Indonesia, tepatnya oleh PT Bahari Makmur Sejati (beroperasi dengan nama BMS Foods), ke Amerika Serikat.

Apabila inspeksi tersebut menunjukkan hasil yang sebaliknya, yakni ketiadaan kandungan Cesium-137 dalam undang beku, maka Kementerian Perdagangan akan melakukan negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat, kata Budi.

“Tadi pagi saya komunikasi dengan kedutaan kita di Amerika Serikat, kami akan koordinasi terus. Sementara ini, kami inspeksi betul atau tidak tuduhan dari Amerika Serikat. Kalau tidak terbukti, akan kami komunikasikan lagi,” ujar dia.

Budi akan menjadikan temuan tersebut sebagai evaluasi, terutama dalam mengekspor produk pangan. Ia mengakui bahwa ekspor produk pangan memiliki standar yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekspor produk-produk lainnya.

“Standar untuk pangan biasanya sangat tinggi, jadi kita harus mempersiapkan dengan baik ke depan, sehingga tidak ada lagi masalah-masalah seperti ini,” kata Budi.

Pernyataan tersebut terkait dengan pengumuman Badan Pengawas Obat dan Makanan AS soal temuan Cesium-137 dalam produk udang mentah beku tertentu yang diproses oleh PT Bahari Makmur Sejati (beroperasi dengan nama BMS Foods).

Dikutip dari laman resmi FDA, produk udang mentah beku tersebut dijual di toko Walmart di negara bagian Alabama, Arkansas, Florida, Georgia, Kentucky, Louisiana, Missouri, Mississippi, Ohio, Oklahoma, Pennsylvania, Texas, dan West Virginia.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (U.S. Customs & Border Protection/CBP) menyampaikan Cesium-137 terdeteksi pada kontainer pengiriman di empat pelabuhan AS (Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami).

Atas temuan itu, FDA menghentikan impor produk-produk olahan PT Bahari Makmur Sejati karena terindikasi terkontaminasi oleh zat kimia, dalam hal ini Cesium-137, hingga PT Bahari Makmur Sejati dinilai berhasil mengatasi permasalahan itu.

0 comments

    Leave a Reply